WAMENA – Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya memastikan akan melakukan perekutan terhadap Guru Honor yang sampai dengan saat ini masih aktif mengajar di beberapa sekolah dari tingkat TK/Paud, SD, SMP dan SMA/ SMK dan berdasarkan pendataan kemarin ada 274 guru yang hadir sehingga perekutannya akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada tenaga guru honor yang masuk dalam Kategori II (K2), dan jumlah yang hadir dalam pendataan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH ada 278 guru honorer yang hadir dan masih aktif mengajar.
“Jadi selama ini untuk pengajian guru honorer ini ditanggunglangsung oleh sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola oleh sekolah sendiri, sedangkan untuk perekutannya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan,”ungkapnya Kamis (9/7) di Wamena.
Menurutnya, dalam pendataan tersebut diketahui ada guru kontrak yang sudah meninggal dunia, ada yang pindah ke Kabupaten Lain dan ada juga yang sudah tidak mengajar, sehingga Dinas Pendidikan akan menyesuikan perekutan sesuai dengan kebutuhan, sedangkan untuk teknisnya semuanya nanti diatur oleh BKD Jayawijaya.
“Jadi teknisnya kita akan atur kedalam, sementara untuk langkah selanjutnya akan menjadi tanggungjawab BKD yang nantinya akan melakukan perekutan melalui jalur KII, artinya setelah didata semua kami kembalikan lagi ke BKD,”jelas Kaleb.
Ia memastikan untuk kuota guru yang akan direkut sebanyak 200 lebih dari 600 tenaga honoror Kategori II yang akan direkut, perekutan guru honor menjadi guru ASN itu mulai dari tahun 2015, 2014, 2013, artinya perekutannya ini ke bawah bukan keatas, kalau ada guru honor yang masuk pada 2016. 2017. 2018 itu tak direkut.
“Kita hanya merekut 2015 ke bawah, kalau 2016 keatas mungkin bisa direkut namun dengan jalur lain tidak melalui jalur KII, untuk guru honorer kII yang akan direkut ini campuransebab kita melihat yang mengapdikan diri untuk mengajar dari tahun 2015 ke bawah,” kata Kaleb Asso.
Kaleb juga menambahkan, tujuan dari pertemuan guru honor KII dengan Bupati Jayawijaya kemarin ingin mengecek langsung posisi keberadaan guru honor ini, sebab beberapa waktu yang lalu pihaknya melakukan monitoring sekolah di beberapa tempat, banyak kendala yang jadi masukan, seperti rumah guru, nasib guru, termasuk juga yang berstatus KII.
“Terkadang nama dalam didalam data itu ada, namun tidak ada di sekolah, sebab selama ini kita lihat paling hanya satu atau dua guru honor yang mengajar, sementara guru yang berstatus ASN itu jarang ditemui dan memang lebih banyak guru honor dari pada guru ASN,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q