Pernyataan Ketua MRPP Dinilai Rasis

Tim Jhon Marthin Minta MRPP Klarifikasi

WAMENA– Penyataan Ketua Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRPP) di media sosial menanggapi hasil pilkada serentak tahun 2024 yang tersebar di media sosial Tik Tok dinilai rasis dan memihak, oleh karena itu tim koalasi paslon Jhon – Marthin jilid II meminta ketua lembaga kultur tersebut sampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada public.

Ketua Jaringan Relawan Banua Bupati (JRBB) Jilid II, Festus Manasye Asso. ST menegaskan pernyataan ketua MRPP yang menyatakan hasil pilkada Jayawijaya kembalikan hak kesulungan anak daerah,  seolah-olah pendukung paslon Jhon – Marthin bukan Orang Asli Papua (OAP) bahkan calon Wakil Bupati paslon 04 adalah anak asli Baliem.

Baca Juga :  DPT Biak Numfor Ditetapkan 100.874 Pemilih

“Kami sangat sayangkan pernyataan dari ketua MRPP sebagai lembaga culture representative Orang Asli Papua, beliau menyampaikan pernyataan sepihak seolah-olah kami yang mendukung Jhon -Marthin ini bukan OAP, kami anak asli Baliem anak asli Papua yang berada di Kabupaten ini” tegasnya di Wamena, sabtu (14/12).

Pasangan Jhon- Marthin adalah anak asli Papua yang lahir dari rahim orang asli Papua, sehingga pernyataan Ketua MRPP mengandung makna rasis dan bertentangan dengan konstitusi Negara RI. Dengan demikian ketua MRPP harus menyampaikan pernyataan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Pernyataan MRPP itu kami sangat kecewa, itu sangat rasis, kami berharap ketua MRPP harus menyampaikan pernyataan permohonan maaf dan klarifikasi kepada paslon kami terkait apa yang disampaikan di media sosial, kami telah merebut hak ke sulungan yang telah disampaikan oleh MRPP,” beber Festus

Baca Juga :  KPU Papua Pegunungan Monitoring Rekapitulasi Penghitungan Suara PSU

Sementara itu, jaringan perempuan sahabat Jhon Marthin Margaretha Wetipo mengatakan, MRPP mestinya tidak masuk terlalu jauh ke dalam urusan Pilkada, MRPP sebagai lembaga culture sebaiknya jadi penengah, karena yang bertarung dalam Pilkada semuanya anak-anak terbaik Papua.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Tim Jhon Marthin Minta MRPP Klarifikasi

WAMENA– Penyataan Ketua Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRPP) di media sosial menanggapi hasil pilkada serentak tahun 2024 yang tersebar di media sosial Tik Tok dinilai rasis dan memihak, oleh karena itu tim koalasi paslon Jhon – Marthin jilid II meminta ketua lembaga kultur tersebut sampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada public.

Ketua Jaringan Relawan Banua Bupati (JRBB) Jilid II, Festus Manasye Asso. ST menegaskan pernyataan ketua MRPP yang menyatakan hasil pilkada Jayawijaya kembalikan hak kesulungan anak daerah,  seolah-olah pendukung paslon Jhon – Marthin bukan Orang Asli Papua (OAP) bahkan calon Wakil Bupati paslon 04 adalah anak asli Baliem.

Baca Juga :  Produsen Miras Tetap Dijerat UU Pangan

“Kami sangat sayangkan pernyataan dari ketua MRPP sebagai lembaga culture representative Orang Asli Papua, beliau menyampaikan pernyataan sepihak seolah-olah kami yang mendukung Jhon -Marthin ini bukan OAP, kami anak asli Baliem anak asli Papua yang berada di Kabupaten ini” tegasnya di Wamena, sabtu (14/12).

Pasangan Jhon- Marthin adalah anak asli Papua yang lahir dari rahim orang asli Papua, sehingga pernyataan Ketua MRPP mengandung makna rasis dan bertentangan dengan konstitusi Negara RI. Dengan demikian ketua MRPP harus menyampaikan pernyataan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Pernyataan MRPP itu kami sangat kecewa, itu sangat rasis, kami berharap ketua MRPP harus menyampaikan pernyataan permohonan maaf dan klarifikasi kepada paslon kami terkait apa yang disampaikan di media sosial, kami telah merebut hak ke sulungan yang telah disampaikan oleh MRPP,” beber Festus

Baca Juga :  Komisi II Minta KPU Kaji Putusan MA Tentang Batas Usia Kepala Daerah

Sementara itu, jaringan perempuan sahabat Jhon Marthin Margaretha Wetipo mengatakan, MRPP mestinya tidak masuk terlalu jauh ke dalam urusan Pilkada, MRPP sebagai lembaga culture sebaiknya jadi penengah, karena yang bertarung dalam Pilkada semuanya anak-anak terbaik Papua.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya