“Korban kemudian ditemukan sudah meninggal dunia, sehingga langsung dilaporkan ke Polres Jayawijaya yang selanjutnya melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta berkoordinasi dengan dokter forensik.”jelas Rumambi
Kata Marcel, dari hasil pemeriksaan luar, kondisi jenazah telah mengalami dekomposisi atau pembusukan lanjut. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan warna kulit dan kerusakan jaringan lunak pada sejumlah bagian tubuh. Pada beberapa bagian tubuh korban juga ditemukan kerusakan jaringan lunak yang cukup luas akibat proses pembusukan,
“Jadi ada beberapa bagian tampak struktur tulang. Jenazah korban juga ditemukan dalam kondisi tertutup kotoran sehingga korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang lebih hampir satu bulan sebelum ditemukan.” katanya
Kasat Reskrim juga mengaku polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi TKP, mencari dan meminta keterangan saksi, melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, olah TKP, pemeriksaan kondisi tubuh korban serta pembuatan visum et repertum.
Diketahui, korban selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut dan disebut telah lama mengalami gangguan jiwa.
“Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengamatan dokter forensik, penyebab kematian sementara diperkirakan akibat sakit. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penanganan dan pemeriksaan sesuai prosedur.” tutup Marcel. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Korban kemudian ditemukan sudah meninggal dunia, sehingga langsung dilaporkan ke Polres Jayawijaya yang selanjutnya melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta berkoordinasi dengan dokter forensik.”jelas Rumambi
Kata Marcel, dari hasil pemeriksaan luar, kondisi jenazah telah mengalami dekomposisi atau pembusukan lanjut. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan warna kulit dan kerusakan jaringan lunak pada sejumlah bagian tubuh. Pada beberapa bagian tubuh korban juga ditemukan kerusakan jaringan lunak yang cukup luas akibat proses pembusukan,
“Jadi ada beberapa bagian tampak struktur tulang. Jenazah korban juga ditemukan dalam kondisi tertutup kotoran sehingga korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang lebih hampir satu bulan sebelum ditemukan.” katanya
Kasat Reskrim juga mengaku polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi TKP, mencari dan meminta keterangan saksi, melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, olah TKP, pemeriksaan kondisi tubuh korban serta pembuatan visum et repertum.
Diketahui, korban selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut dan disebut telah lama mengalami gangguan jiwa.
“Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengamatan dokter forensik, penyebab kematian sementara diperkirakan akibat sakit. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penanganan dan pemeriksaan sesuai prosedur.” tutup Marcel. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q