MERAUKE– Setelah mengirimkan bantuan bahan makanan (Bama) untuk masyarakat yang tinggal di sejumlah kampung yang di Distrik Waan dan Kontuar pada 19 Desember 2025 lalu terkait dengan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Merauke bakal akan mengirim kembali bantuan pangan tersebut untuk masyarakat yang kena musibah banjir rob di Distrik Waan dan Kontuar.
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya, Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke, Karennu, Ketua Komisi III DPRP Papua Selatan Domin Ulukyanan dan Kepala Distrik Waan Viktor Mawen, Sabtu (10/1).
Bupati Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pengiriman bantuan bama tahap kedua ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan bahwa terjadi air pasang atau banjir rob yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang terjadi sebelumnya, sehingga dipastikan tanaman umbi-umbian yang menjadi bahan kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah kampung yang terdampak tersebut terendam air asin.
MERAUKE– Setelah mengirimkan bantuan bahan makanan (Bama) untuk masyarakat yang tinggal di sejumlah kampung yang di Distrik Waan dan Kontuar pada 19 Desember 2025 lalu terkait dengan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Merauke bakal akan mengirim kembali bantuan pangan tersebut untuk masyarakat yang kena musibah banjir rob di Distrik Waan dan Kontuar.
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya, Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke, Karennu, Ketua Komisi III DPRP Papua Selatan Domin Ulukyanan dan Kepala Distrik Waan Viktor Mawen, Sabtu (10/1).
Bupati Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pengiriman bantuan bama tahap kedua ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan bahwa terjadi air pasang atau banjir rob yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang terjadi sebelumnya, sehingga dipastikan tanaman umbi-umbian yang menjadi bahan kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah kampung yang terdampak tersebut terendam air asin.