BPBD Merauke Belum Terima Laporan
MERAUKE– Musibah banjir rob dilaporkan kembali dialami oleh masyarakat sejumlah kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Dari video yang dikirimkan oleh seorang warga Distrik Waan bernama Ferdinandus Buer, banjir rob tersebut terjadi pada minggu 4 Januari 2026.
Narasi dalam video berdurasi sekitar 5 menit 10 detik yang dikirim tersebut, Ferdinandus Buer menyampaikan jika banjir rob kali ini lebih besar dibandingkan yang terjadi pada awal bulan Desember 2025 lalu.
Sambil menggali dan mencari ubi jalar yang terendam air tersebut, Ferdinandus Buer mengaku pihaknya tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena ubi yang ditanam dan menjadi bahan kebutukan pokok kini terendam banjir lagi. Padahal, katanya, pemerintah daerah Kabupaten Merauke baru saja menyalurkan bantuan pangan dari banjir rob yang terjadi sebelumnya.
‘’Sementara ini kita cabut-cabut patatas dari dalam air. Banjir pertama sepertinya kurang. Tapi banjir kedua ini lebih besar sampai kebun tenggalam. Kita di Kampung Sabon, kita tidak tahu mau taruh harapan dimana lagi. Ujung-ujungnya harus menuntut lagi di Pemerintah. Bahaya ini, habis sudah kita ini,’’ kata Ferdinandus Buer.
Kepala BPBD Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko dikonfirmasi media ini terkait dengan banjir yang kembali terjadi di Waan tersebut mengaku belum menerima laporan dari Waan.
BPBD Merauke Belum Terima Laporan
MERAUKE– Musibah banjir rob dilaporkan kembali dialami oleh masyarakat sejumlah kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Dari video yang dikirimkan oleh seorang warga Distrik Waan bernama Ferdinandus Buer, banjir rob tersebut terjadi pada minggu 4 Januari 2026.
Narasi dalam video berdurasi sekitar 5 menit 10 detik yang dikirim tersebut, Ferdinandus Buer menyampaikan jika banjir rob kali ini lebih besar dibandingkan yang terjadi pada awal bulan Desember 2025 lalu.
Sambil menggali dan mencari ubi jalar yang terendam air tersebut, Ferdinandus Buer mengaku pihaknya tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena ubi yang ditanam dan menjadi bahan kebutukan pokok kini terendam banjir lagi. Padahal, katanya, pemerintah daerah Kabupaten Merauke baru saja menyalurkan bantuan pangan dari banjir rob yang terjadi sebelumnya.
‘’Sementara ini kita cabut-cabut patatas dari dalam air. Banjir pertama sepertinya kurang. Tapi banjir kedua ini lebih besar sampai kebun tenggalam. Kita di Kampung Sabon, kita tidak tahu mau taruh harapan dimana lagi. Ujung-ujungnya harus menuntut lagi di Pemerintah. Bahaya ini, habis sudah kita ini,’’ kata Ferdinandus Buer.
Kepala BPBD Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko dikonfirmasi media ini terkait dengan banjir yang kembali terjadi di Waan tersebut mengaku belum menerima laporan dari Waan.