Festival Kalimaro Didorong Naik Kelas ke-15 Besar Nasional

MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen mendukung pelestarian budaya dan adat di empat kabupaten cakupan provinsi tersebut. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Festival Kalimaro yang digelar di Kabupaten Merauke.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Paskalis Prayitno mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo pada  pembukaan Festival Kalimaro 2026 mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Gereja Katolik, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Merauke dan Yayasan Kalimaro Bangkit.

“Provinsi Papua Selatan berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di tanah Provinsi Papua Selatan di empat kabupaten yang ada,” katanya, Kamis (1/10).

Ia mengatakan, Pemprov Papua Selatan telah bekerja sama dengan Yayasan Kalimaro Bangkit dalam upaya melestarikan budaya dan adat Marind, sekaligus mengenang proses pelayanan dan memanusiakan manusia yang dilakukan para misionaris pada masa terdahulu.

Baca Juga :  Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Menurutnya, empat kabupaten di Papua Selatan memiliki kekayaan budaya masing-masing yang perlu mendapatkan perhatian dan ruang untuk dikembangkan.

Selain Festival Kalimaro di Merauke, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sejumlah festival budaya di kabupaten lain, seperti Festival Pesta Budaya Asmat yang disebut telah mendunia, Festival Lima Raja Tifa di Merauke serta Festival Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi.

“Bapak Gubernur berpesan kepada kita semua dan khusus kepada Bapak Asisten Deputi Kementerian Kebudayaan  untuk kita sama-sama mengangkat budaya-budaya di empat kabupaten cakupan ini,” ujarnya.

MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen mendukung pelestarian budaya dan adat di empat kabupaten cakupan provinsi tersebut. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Festival Kalimaro yang digelar di Kabupaten Merauke.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Paskalis Prayitno mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo pada  pembukaan Festival Kalimaro 2026 mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Gereja Katolik, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Merauke dan Yayasan Kalimaro Bangkit.

“Provinsi Papua Selatan berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di tanah Provinsi Papua Selatan di empat kabupaten yang ada,” katanya, Kamis (1/10).

Ia mengatakan, Pemprov Papua Selatan telah bekerja sama dengan Yayasan Kalimaro Bangkit dalam upaya melestarikan budaya dan adat Marind, sekaligus mengenang proses pelayanan dan memanusiakan manusia yang dilakukan para misionaris pada masa terdahulu.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Bapok, Pemprov Bakal Gelar Pasar Murah

Menurutnya, empat kabupaten di Papua Selatan memiliki kekayaan budaya masing-masing yang perlu mendapatkan perhatian dan ruang untuk dikembangkan.

Selain Festival Kalimaro di Merauke, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sejumlah festival budaya di kabupaten lain, seperti Festival Pesta Budaya Asmat yang disebut telah mendunia, Festival Lima Raja Tifa di Merauke serta Festival Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi.

“Bapak Gubernur berpesan kepada kita semua dan khusus kepada Bapak Asisten Deputi Kementerian Kebudayaan  untuk kita sama-sama mengangkat budaya-budaya di empat kabupaten cakupan ini,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya