Partisipasi Pemilih di Kab. Biak Numfor Rendah

BIAK NUMFOR – Ketua Desk Pilkada Kabupaten Biak Numfor sekaligus Asisten I Setda Biak Numfor, Semuel Rumakieuw, menyampaikan evaluasi sementara terkait partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor yang digelar 27 November 2024. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari 17 distrik, tingkat partisipasi pemilih menunjukkan perbedaan mencolok antara wilayah perkotaan dan pinggiran.

“Partisipasi pemilih lebih tinggi di Distrik Biak Kota dan Samofa, sementara wilayah pinggiran di Pulau Biak terlihat lebih rendah. Kami melihat tren ini dari hasil perolehan suara sah dan tidak sah yang telah kami akumulasikan melalui perhitungan cepat di Desk Pilkada,” ungkap Semuel, ditemui di Biak, Jumat (29/11).

Baca Juga :  Pemkab Biak Terus Genjot Turunkan Angka Kemiskinan

Ia menjelaskan bahwa tugas Desk Pilkada meliputi pemantauan hasil perolehan suara pasangan calon serta menganalisis suara sah dan tidak sah. “Kami terus memantau perkembangan, terutama di Distrik Biak Kota dan Samofa yang jumlah pemilihnya cukup besar. Namun, kami juga mencatat sisa suara sah dan tidak sah yang masih cukup signifikan,” tambahnya.

Semuel mengakui adanya kendala dalam mendorong partisipasi pemilih, meskipun pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi.

“Kami selalu mengajak masyarakat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya. Namun, partisipasi pada Pilkada ini tampak lebih rendah dibandingkan dengan Pemilu Legislatif sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami untuk memahami lebih jauh penyebabnya,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Bantah Tak Ada Pencoblosan di 32 Distrik Pilkada Papua Pegunungan

BIAK NUMFOR – Ketua Desk Pilkada Kabupaten Biak Numfor sekaligus Asisten I Setda Biak Numfor, Semuel Rumakieuw, menyampaikan evaluasi sementara terkait partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor yang digelar 27 November 2024. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari 17 distrik, tingkat partisipasi pemilih menunjukkan perbedaan mencolok antara wilayah perkotaan dan pinggiran.

“Partisipasi pemilih lebih tinggi di Distrik Biak Kota dan Samofa, sementara wilayah pinggiran di Pulau Biak terlihat lebih rendah. Kami melihat tren ini dari hasil perolehan suara sah dan tidak sah yang telah kami akumulasikan melalui perhitungan cepat di Desk Pilkada,” ungkap Semuel, ditemui di Biak, Jumat (29/11).

Baca Juga :  Rehab Gedung Sekolah Minggu Selesai,Jemaat GKI Bait-El Aryom–Soryar Ucap Syukur

Ia menjelaskan bahwa tugas Desk Pilkada meliputi pemantauan hasil perolehan suara pasangan calon serta menganalisis suara sah dan tidak sah. “Kami terus memantau perkembangan, terutama di Distrik Biak Kota dan Samofa yang jumlah pemilihnya cukup besar. Namun, kami juga mencatat sisa suara sah dan tidak sah yang masih cukup signifikan,” tambahnya.

Semuel mengakui adanya kendala dalam mendorong partisipasi pemilih, meskipun pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi.

“Kami selalu mengajak masyarakat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya. Namun, partisipasi pada Pilkada ini tampak lebih rendah dibandingkan dengan Pemilu Legislatif sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami untuk memahami lebih jauh penyebabnya,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Papua Sebut Pemilih Melebihi 100 Persen DPT karena DPTb dan DPK

Berita Terbaru

Artikel Lainnya