RS Tipe C Waropen Resmi Masuk Tahap Tender Kemenkes

WAROPEN – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Waropen untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni segera terwujud. Proyek strategis pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe C di Kampung Batu Zaman secara resmi telah memasuki tahapan tender di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepastian pembangunan proyek mercusuar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, di ruang kerjanya pada Kamis (8/1). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengawal ketat proses administrasi di tingkat pusat agar pembangunan fisik dapat segera dipacu.

Selama ini, keterbatasan fasilitas sering kali memaksa masyarakat Waropen harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan medis spesialis. Hadirnya RS Tipe C ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  Natal Bersama, Presdir Freeport Pamer Capain Produksi Lebihi Target

“Benar, saat ini proses lelang sedang berjalan di Kementerian Kesehatan. Begitu tahapan ini rampung, alat berat akan segera bekerja di lapangan,” ujar dr. Jenggo dengan nada optimis.

Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan peningkatan peradaban pelayanan kesehatan di Waropen.

“Dengan klasifikasi Tipe C, kita akan memiliki kapasitas perawatan yang lebih luas dan layanan medis yang jauh lebih lengkap. Target utama kita adalah mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik cukup di negeri sendiri,” tambahnya.

Pembangunan RS Tipe C ini merupakan representasi visi besar Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., dan Wakil Bupati Yowel Boari. Di bawah kepemimpinan mereka, sektor kesehatan menjadi pilar utama dalam membangun “Negeri Seribu Bakau”.

Baca Juga :  Bupati Waropen Tinjau Jembatan Rubuh di Risei Sayati

Dr. Jenggo pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan doa agar proses lelang berjalan tanpa hambatan. Sembari menunggu pembangunan fisik, ia memastikan bahwa jajaran Dinas Kesehatan tetap bekerja maksimal mengoptimalkan fasilitas yang tersedia saat ini.

WAROPEN – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Waropen untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni segera terwujud. Proyek strategis pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe C di Kampung Batu Zaman secara resmi telah memasuki tahapan tender di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepastian pembangunan proyek mercusuar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, di ruang kerjanya pada Kamis (8/1). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengawal ketat proses administrasi di tingkat pusat agar pembangunan fisik dapat segera dipacu.

Selama ini, keterbatasan fasilitas sering kali memaksa masyarakat Waropen harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan medis spesialis. Hadirnya RS Tipe C ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  ASN Diminta Tingkatkan Kedisiplinan dan Jaga Kebersihan

“Benar, saat ini proses lelang sedang berjalan di Kementerian Kesehatan. Begitu tahapan ini rampung, alat berat akan segera bekerja di lapangan,” ujar dr. Jenggo dengan nada optimis.

Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan peningkatan peradaban pelayanan kesehatan di Waropen.

“Dengan klasifikasi Tipe C, kita akan memiliki kapasitas perawatan yang lebih luas dan layanan medis yang jauh lebih lengkap. Target utama kita adalah mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik cukup di negeri sendiri,” tambahnya.

Pembangunan RS Tipe C ini merupakan representasi visi besar Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., dan Wakil Bupati Yowel Boari. Di bawah kepemimpinan mereka, sektor kesehatan menjadi pilar utama dalam membangun “Negeri Seribu Bakau”.

Baca Juga :  Pemkab Sarmi Komitmen Tegakkan Supremasi Hukum dalam Penataan Distrik

Dr. Jenggo pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan doa agar proses lelang berjalan tanpa hambatan. Sembari menunggu pembangunan fisik, ia memastikan bahwa jajaran Dinas Kesehatan tetap bekerja maksimal mengoptimalkan fasilitas yang tersedia saat ini.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya