SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 

  Perjalanan Neeltje menuju Istana Negara ternyata tidak dimulai dengan keyakinan bahwa dirinya mampu. Sebaliknya, siswi angkatan pertama SMAN 8 Jayapura itu sempat merasa ragu dan tidak percaya diri.

  Ketika sekolah mendapat permintaan untuk mengirimkan calon peserta seleksi Paskibraka, pihak sekolah memilih dua siswa berdasarkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Saat itu, ekstrakurikuler Paskibra di SMAN 8 Jayapura bahkan belum terbentuk secara resmi.

  “Kami memilih melihat kemampuan dan potensi anak-anak. Kami melihat ada dua orang yang sepertinya bisa untuk diutus sebagai calon Paskibra,” kata Jeane.

   Dua siswa kemudian dikirim mengikuti seleksi. Dari proses tersebut, hanya Neeltje yang berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sejak awal, pihak sekolah mulai menyimpan harapan. Bukan sekadar berharap Neeltje lolos, tetapi berharap siswinya itu mampu menembus tingkat nasional. “Harapan tersebut akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Jeane.

Baca Juga :  Perdana, 1.000 Pelajar Ikuti Pekan Olahraga Papua Selatan 

  Neeltje melewati seleksi demi seleksi hingga masuk dalam enam peserta yang dipilih untuk mengikuti tahapan di tingkat nasional. “Sejak Neeltje terpilih, kami sudah mempunyai harapan. Semoga dia bisa sampai di tingkat nasional. Puji Tuhan, memang Neeltje sampai di tingkat nasional,” tuturnya.

  Menurut Jeane, pada awalnya Neeltje justru merasa dirinya tidak cukup mampu untuk mengikuti seleksi Paskibraka. Sebagai siswa dari sekolah yang masih baru dan belum memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan tersebut, Neeltje sempat diliputi keraguan.

  Namun, dorongan keluarga dan guru membuatnya mencoba. Pihak sekolah tidak memberikan tekanan bahwa ia harus menang. “Pesannya saya waktu itu sederhana,  ikut dulu dan berani mencoba. Kalau memang tidak terpilih, tidak apa-apa. Tapi ikuti dulu,” ujar guru alumni SMAN 4 Jayapura tersebut.

Baca Juga :  Kami Memikirkan Nasib Saudara-Saudara Kami di Ukraina

  Keputusan untuk mencoba itulah yang kemudian mengubah semuanya. Neeltje lolos ke tingkat nasional.

  Perjalanan Neeltje menuju Istana Negara ternyata tidak dimulai dengan keyakinan bahwa dirinya mampu. Sebaliknya, siswi angkatan pertama SMAN 8 Jayapura itu sempat merasa ragu dan tidak percaya diri.

  Ketika sekolah mendapat permintaan untuk mengirimkan calon peserta seleksi Paskibraka, pihak sekolah memilih dua siswa berdasarkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Saat itu, ekstrakurikuler Paskibra di SMAN 8 Jayapura bahkan belum terbentuk secara resmi.

  “Kami memilih melihat kemampuan dan potensi anak-anak. Kami melihat ada dua orang yang sepertinya bisa untuk diutus sebagai calon Paskibra,” kata Jeane.

   Dua siswa kemudian dikirim mengikuti seleksi. Dari proses tersebut, hanya Neeltje yang berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sejak awal, pihak sekolah mulai menyimpan harapan. Bukan sekadar berharap Neeltje lolos, tetapi berharap siswinya itu mampu menembus tingkat nasional. “Harapan tersebut akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Jeane.

Baca Juga :  BNN Papua Lakukan Edukasi Bahayanya Narkoba ke Pelajar di Arso

  Neeltje melewati seleksi demi seleksi hingga masuk dalam enam peserta yang dipilih untuk mengikuti tahapan di tingkat nasional. “Sejak Neeltje terpilih, kami sudah mempunyai harapan. Semoga dia bisa sampai di tingkat nasional. Puji Tuhan, memang Neeltje sampai di tingkat nasional,” tuturnya.

  Menurut Jeane, pada awalnya Neeltje justru merasa dirinya tidak cukup mampu untuk mengikuti seleksi Paskibraka. Sebagai siswa dari sekolah yang masih baru dan belum memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan tersebut, Neeltje sempat diliputi keraguan.

  Namun, dorongan keluarga dan guru membuatnya mencoba. Pihak sekolah tidak memberikan tekanan bahwa ia harus menang. “Pesannya saya waktu itu sederhana,  ikut dulu dan berani mencoba. Kalau memang tidak terpilih, tidak apa-apa. Tapi ikuti dulu,” ujar guru alumni SMAN 4 Jayapura tersebut.

Baca Juga :  Ada Efek Domino yang Bakal Muncul di Sejumlah Usaha Terkait

  Keputusan untuk mencoba itulah yang kemudian mengubah semuanya. Neeltje lolos ke tingkat nasional.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya