Meski Penuh Kelucuan, Tapi Hasilnya Tak Kalah dengan Masakan Hotel

Para peserta terlihat menggunakan celemek dan mengenakan topi putih tinggi bak chef. Mereka mengkreasikan menu nasi gorengnya sesuai tema dengan ciri khas yang unik.
Ketegangan juga terlihat saat menit-menit akhir lomba memasak. Para peserta tampak tergesa-gesa menyelesaikan masakannya. Kendati begitu, seluruh peserta mampu menyelesaikan seluruh tantangan juri sampai waktu berakhir.

Untuk diketahui lomba memasak tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri yang jatuh pada, 14 November 2025.

Perlombaan yang berlangsung di Mako Brimob Polda Papua itu, diikuti 15 tim berasal dari tiga satuan yakni Stafsat, Gegana dan Batalyon A Pelopor. Setiap satuan, masing-masing mengirimkan sebanyak lima tim jagonya.

Baca Juga :  Wujudkan Pemekaran Papua Demi Kesejahteraan Masyarakat Asli

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi suasana tampak cukup seru untuk disaksikan, dimana para peserta lomba ini merupakan Pejabat Utama (PJU) Brimob Polda Papua di Kotaraja.

Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han. Ketua Bhayangkari Cabang Satuan Brimob Polda Papua, Ujhie John H.S. Sitanggang dan Sous Chef Hotel Horison Kotaraja Dodi Yulianto menjadi juri dalam dalam perlombaan itu.

Kombes Pol. John H.S. Sitanggang mengatakan bahwa tujuan diadakannya perlombaan masak nasi goreng tersebut adalah untuk terjalinya hubungan erat antara pimpinan dan anggota serta keluarga.

“Kita menciptakan keakraban antara para peserta dan bapak-ibu (suami istri) serta menciptakan terjalinya hubungan erat antara pimpinan dan anggota,” kata Kombes John saat memberikan wejangan kepada para peserta usai berikan penilaian Samil tersenyum.

Baca Juga :  Pengawasan Hukum Lebih Ketat, Polisi Tak Bisa Arogan dan Lakukan Kriminalisasi

Di tempat yang sama, Sous Chef Hotel Horison Kotaraja Dodi Yulianto turut mengapresiasi atas digelarnya kegiatan perlombaan tersebut oleh Brimob Polda Papua. Dia menilai hasil masakan maupun tampilan nasi goreng peserta lomba memiliki keunikan tersendiri.

Para peserta terlihat menggunakan celemek dan mengenakan topi putih tinggi bak chef. Mereka mengkreasikan menu nasi gorengnya sesuai tema dengan ciri khas yang unik.
Ketegangan juga terlihat saat menit-menit akhir lomba memasak. Para peserta tampak tergesa-gesa menyelesaikan masakannya. Kendati begitu, seluruh peserta mampu menyelesaikan seluruh tantangan juri sampai waktu berakhir.

Untuk diketahui lomba memasak tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri yang jatuh pada, 14 November 2025.

Perlombaan yang berlangsung di Mako Brimob Polda Papua itu, diikuti 15 tim berasal dari tiga satuan yakni Stafsat, Gegana dan Batalyon A Pelopor. Setiap satuan, masing-masing mengirimkan sebanyak lima tim jagonya.

Baca Juga :  Pelanggaran HAM di Tengah Kebijakan Pemangkasan Anggaran

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi suasana tampak cukup seru untuk disaksikan, dimana para peserta lomba ini merupakan Pejabat Utama (PJU) Brimob Polda Papua di Kotaraja.

Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Pol. John H.S. Sitanggang, S.I.K., M.Han. Ketua Bhayangkari Cabang Satuan Brimob Polda Papua, Ujhie John H.S. Sitanggang dan Sous Chef Hotel Horison Kotaraja Dodi Yulianto menjadi juri dalam dalam perlombaan itu.

Kombes Pol. John H.S. Sitanggang mengatakan bahwa tujuan diadakannya perlombaan masak nasi goreng tersebut adalah untuk terjalinya hubungan erat antara pimpinan dan anggota serta keluarga.

“Kita menciptakan keakraban antara para peserta dan bapak-ibu (suami istri) serta menciptakan terjalinya hubungan erat antara pimpinan dan anggota,” kata Kombes John saat memberikan wejangan kepada para peserta usai berikan penilaian Samil tersenyum.

Baca Juga :  Janji Pindah ke Jayapura Sudah Ditepati Namun Pergi Untuk Selamanya

Di tempat yang sama, Sous Chef Hotel Horison Kotaraja Dodi Yulianto turut mengapresiasi atas digelarnya kegiatan perlombaan tersebut oleh Brimob Polda Papua. Dia menilai hasil masakan maupun tampilan nasi goreng peserta lomba memiliki keunikan tersendiri.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya