Peserta Memiliki Potensi dan Skill, Berharap Diberikan Alat dan Modal

Bernadus mengaku, selama mengikuti pelatihan ia merasa tidak ada tingkat kesulitan karena instruktur yang melatih bisa menyampaikan materi teori dan praktek secara baik dan mudah diterima oleh peserta.

Ia sendiri berharap, nanti usai menyelesaikan pelatihan tersebut, ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Jayapura berupa alat kerja pertukangan dan modal,  supaya mereka bisa membuka usaha kecil- kecilan, apalagi di daerahnya bahana baku sangat melimpah, tentu ini akan semakin memacu mereka untuk bekerja.

“Kami harap selesai mengikuti pelatihan bisa diberikan modal dan alat kerja, supaya kami bisa membuka usaha mebeler atau membuat kusen dan daun pintu, karena kayu di tempat kami masih banyak,”ucapnya

Baca Juga :  Perlu Strategi Lebih Tangani Ganja, Sosialisasi Lewat Gereja Dianggap Efektif

Hal senada juga dikatakan peserta dari Distrik Kaureh, Konstan Lay. Ia mengaku sangat senang dengan diberikan pelatihan mebeler dan handicraft, karena ia bercita-cita bisa menjadi tukang kayu di daerahnya dan bisa membuat mebeler seperti tempat tidur, meja, kursi, kusen, daun pintu, jendela dan lainnya.

Diakuinya, selama ini rata-rata warga tidak bisa membuat pintu dan kusen. Mereka  masih  membeli atau memesan dari luar,  padahal di daerahnya banyak kayu yang bisa digunakan untuk membuat kusen, tempat tidur, daun pintu dan jendela. Jika sudah mengikuti pelatihan ini tentu dalam membangun rumah dan membuat  kusen, daun pintu, jendela atau perabot pelengkap lainnya tidak perlu pesan dari luar.

Baca Juga :  Harus Paham dan Jeli Memilih Pemimpin yang Bisa Sejahterakan Rakyat

Bernadus mengaku, selama mengikuti pelatihan ia merasa tidak ada tingkat kesulitan karena instruktur yang melatih bisa menyampaikan materi teori dan praktek secara baik dan mudah diterima oleh peserta.

Ia sendiri berharap, nanti usai menyelesaikan pelatihan tersebut, ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Jayapura berupa alat kerja pertukangan dan modal,  supaya mereka bisa membuka usaha kecil- kecilan, apalagi di daerahnya bahana baku sangat melimpah, tentu ini akan semakin memacu mereka untuk bekerja.

“Kami harap selesai mengikuti pelatihan bisa diberikan modal dan alat kerja, supaya kami bisa membuka usaha mebeler atau membuat kusen dan daun pintu, karena kayu di tempat kami masih banyak,”ucapnya

Baca Juga :  Akan Gelar Pasar Murah dan Panggung Hiburan Rakyat

Hal senada juga dikatakan peserta dari Distrik Kaureh, Konstan Lay. Ia mengaku sangat senang dengan diberikan pelatihan mebeler dan handicraft, karena ia bercita-cita bisa menjadi tukang kayu di daerahnya dan bisa membuat mebeler seperti tempat tidur, meja, kursi, kusen, daun pintu, jendela dan lainnya.

Diakuinya, selama ini rata-rata warga tidak bisa membuat pintu dan kusen. Mereka  masih  membeli atau memesan dari luar,  padahal di daerahnya banyak kayu yang bisa digunakan untuk membuat kusen, tempat tidur, daun pintu dan jendela. Jika sudah mengikuti pelatihan ini tentu dalam membangun rumah dan membuat  kusen, daun pintu, jendela atau perabot pelengkap lainnya tidak perlu pesan dari luar.

Baca Juga :  Momen Refleksi 20 Tahun Komisi Yudisial dan Kiprahnya di Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya