Tuesday, January 27, 2026
32.7 C
Jayapura

Evaluasi Setiap Bulan, Mampu Raih Juara III Nasional Lomba Sekolah Rakyat

Melihat Kehidupan Para Pelajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura (Bagian I)

Di tengah keterbatasan yang dulu sempat menghentikan langkah mereka, hadir Sekolah Rakyat di Papua untuk memberikan kesempatan yang sama dalam meraih mimpi di masa depan. Setelah beberapa bulan berjalan, seperti apa kondisi para siswa dan penerapan sistem pendidikan di sekolah ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_ Jayapura

Siang itu, Jumat (23/1), tawa kecil dan celoteh anak-anak dengan raut wajah bahagia terlihat di Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura setelah mereka mengikuti rangkaian kegiatan belajar mengajar dan memasuki jam istirahat sekolah.
Para siswa dengan senang hati menerima snack makan siang yang dibagikan petugas untuk menambah semangat belajarnya. Meskipun demikian, di luar ruangan kelas terlihat masih ada anak-anak yang duduk bersama orang tuanya dan guru.

Baca Juga :  Persaudaraan Hanya Bisa Terbagi Ketika Cinta Kasih Terpelihara

Usut punya usut, beberapa dari anak-anak tersebut ternyata punya masalah di sekolah, sehingga orang tuanya sengaja dipanggil pihak sekolah untuk bertanggungjawab terhadap perilaku anaknya.

Carles salah satu dari orang tua siswa mengaku, untuk kedua kalinya ia dipanggil pihak sekolah untuk menghadap kepala sekolah, karena perilaku anaknya yang telah melewati batas.

Melihat Kehidupan Para Pelajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura (Bagian I)

Di tengah keterbatasan yang dulu sempat menghentikan langkah mereka, hadir Sekolah Rakyat di Papua untuk memberikan kesempatan yang sama dalam meraih mimpi di masa depan. Setelah beberapa bulan berjalan, seperti apa kondisi para siswa dan penerapan sistem pendidikan di sekolah ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_ Jayapura

Siang itu, Jumat (23/1), tawa kecil dan celoteh anak-anak dengan raut wajah bahagia terlihat di Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura setelah mereka mengikuti rangkaian kegiatan belajar mengajar dan memasuki jam istirahat sekolah.
Para siswa dengan senang hati menerima snack makan siang yang dibagikan petugas untuk menambah semangat belajarnya. Meskipun demikian, di luar ruangan kelas terlihat masih ada anak-anak yang duduk bersama orang tuanya dan guru.

Baca Juga :  Perlu Integrasi Modul yang Bermuatan strategi Penanggulanagan Radikalisme

Usut punya usut, beberapa dari anak-anak tersebut ternyata punya masalah di sekolah, sehingga orang tuanya sengaja dipanggil pihak sekolah untuk bertanggungjawab terhadap perilaku anaknya.

Carles salah satu dari orang tua siswa mengaku, untuk kedua kalinya ia dipanggil pihak sekolah untuk menghadap kepala sekolah, karena perilaku anaknya yang telah melewati batas.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya