Sunday, January 25, 2026
26.3 C
Jayapura

Alokasi Anggaran Tak Sebanding Kebutuhan Riil, Keselamatan Pasien Terancam

Yang Terungkap Dari Sidak Komisi V DPR Papua di RSUD Jayapura

Adanya laporan bahwa RSUD Jayapura mengalami kekosongan obat, terutama obat untuk pasien kanker, ditindaklanjuti Komisi V DPR Papua melakukan sidak di rumah sakit ini, Kamis (22/1).

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Di salah satu sudut RSUD Jayapura, waktu seakan berjalan lebih lambat. Di ruang kemoterapi tempat para pasien kanker menggantungkan harapan, namun kecemasan justru terus membayang. Bukan semata melawan sel ganas di dalam tubuh, para pasien di sini juga harus berhadapan dengan kenyataan pahit: obat yang kosong, lift yang macet, hingga air bersih yang tak selalu mengalir.

Bagi pasien yang tubuhnya kian rapuh akibat terapi, menaiki tangga karena lift rusak bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman serius. Kursi roda terpaksa digotong, pasien diangkat perlahan, sementara rasa nyeri dan kelelahan menumpuk dalam diam. Di tempat inilah, makna pelayanan kesehatan diuji apakah benar-benar berpihak pada kemanusiaan.

Baca Juga :  Pemprov Resmi Menyerahkan Data Tenaga Honorer K2

Potret buram itulah yang mendorong Komisi V DPR Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, Kamis (22/1). Dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRP, Dina Laura Rumbiak, rombongan wakil rakyat turun ke lapangan untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung keluhan pasien serta tenaga medis di rumah sakit rujukan terbesar di Tanah Papua itu.

Yang Terungkap Dari Sidak Komisi V DPR Papua di RSUD Jayapura

Adanya laporan bahwa RSUD Jayapura mengalami kekosongan obat, terutama obat untuk pasien kanker, ditindaklanjuti Komisi V DPR Papua melakukan sidak di rumah sakit ini, Kamis (22/1).

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Di salah satu sudut RSUD Jayapura, waktu seakan berjalan lebih lambat. Di ruang kemoterapi tempat para pasien kanker menggantungkan harapan, namun kecemasan justru terus membayang. Bukan semata melawan sel ganas di dalam tubuh, para pasien di sini juga harus berhadapan dengan kenyataan pahit: obat yang kosong, lift yang macet, hingga air bersih yang tak selalu mengalir.

Bagi pasien yang tubuhnya kian rapuh akibat terapi, menaiki tangga karena lift rusak bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman serius. Kursi roda terpaksa digotong, pasien diangkat perlahan, sementara rasa nyeri dan kelelahan menumpuk dalam diam. Di tempat inilah, makna pelayanan kesehatan diuji apakah benar-benar berpihak pada kemanusiaan.

Baca Juga :  Mulai Menyalurkan Bantuan Bencana Sosial kepada Pengungsi

Potret buram itulah yang mendorong Komisi V DPR Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, Kamis (22/1). Dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRP, Dina Laura Rumbiak, rombongan wakil rakyat turun ke lapangan untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung keluhan pasien serta tenaga medis di rumah sakit rujukan terbesar di Tanah Papua itu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya