Menyimak Geliat Ekonomi di Pantai Ciberi, yang Dulu Hutan Kini Menjadi Tempat Penuh Harapan
Berangkat dari fenomena alam menjadi berkah tak disangka bagi Syony Merauje. Tiga kali tsunami memunculkan daratan pasir. Setelah diratakan, lokasi yang dulu gelap kini berubah menjadi terang benderang dan menyimpan secercah harapan.
Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura
Satu persatu kendaraan berbagai jenis mulai merapat sedari sore. Hingga waktu mulai gelap space untuk parkiran mulai penuh dan terpaksa beberapa kendaraan roda empat harus dialihkan keluar. Ada puluhan kendaraan yang tak bisa mendapatkan tempat parkir meski harus membayar lebih. Untungnya untuk kendaraan roda dua masih bisa diselip-selip setelah satu persatu jaraknya dirapatkan. Inilah kondisi Pantai Ciberi, titik terujung dari Pantai Holtekamp, Distrik Abepura saat akhir pekan.
Untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu dipastikan ribuan orang bisa tumpah ruah ke lokasi ini. Baik datang sendiri, keluarga maupun komunitas. Duduk di pinggiran laut dengan tampilan cahaya dari Jembatan Yotefa yang terlihat indah saat malam hari. Jembatan yang diresmikan Presiden Jokowi tahun 2018 silam dan menjadi satu ikonik Kota Jayapura.
Pantai Ciberi tahun ini telah bersolek. Siapa sangka, lokasi yang dulunya gelap, dipenuhi pohon kelapa, pohon kasuari dan vegetasi tanaman rambat, kini berubah menjadi lokasi berkumpulnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbagai jenis usaha mikro dan menengah saling beradu produk, konsep dan ide untuk menarik pengunjung. Tempat ini jika sore memiliki udara yang sejuk.
Selain itu bisa menikmati deru ombak dan bau laut serta hilir mudik perahu dari nelayan tradisional. Sedangkan jika malam akan tersaji ribuan lampu warna warni yang memiliki latar lampu Jembatan Yotefa. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menyaksikan Tugu Metu Debi di Kampung Engros yang menjadi tempat bersejarah bagi Kota Jayapura yang setiap tahun diperingati sebagai momentum masuknya injil di tanah Tabi. Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari Pantai Ciberi.
Menyimak Geliat Ekonomi di Pantai Ciberi, yang Dulu Hutan Kini Menjadi Tempat Penuh Harapan
Berangkat dari fenomena alam menjadi berkah tak disangka bagi Syony Merauje. Tiga kali tsunami memunculkan daratan pasir. Setelah diratakan, lokasi yang dulu gelap kini berubah menjadi terang benderang dan menyimpan secercah harapan.
Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura
Satu persatu kendaraan berbagai jenis mulai merapat sedari sore. Hingga waktu mulai gelap space untuk parkiran mulai penuh dan terpaksa beberapa kendaraan roda empat harus dialihkan keluar. Ada puluhan kendaraan yang tak bisa mendapatkan tempat parkir meski harus membayar lebih. Untungnya untuk kendaraan roda dua masih bisa diselip-selip setelah satu persatu jaraknya dirapatkan. Inilah kondisi Pantai Ciberi, titik terujung dari Pantai Holtekamp, Distrik Abepura saat akhir pekan.
Untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu dipastikan ribuan orang bisa tumpah ruah ke lokasi ini. Baik datang sendiri, keluarga maupun komunitas. Duduk di pinggiran laut dengan tampilan cahaya dari Jembatan Yotefa yang terlihat indah saat malam hari. Jembatan yang diresmikan Presiden Jokowi tahun 2018 silam dan menjadi satu ikonik Kota Jayapura.
Pantai Ciberi tahun ini telah bersolek. Siapa sangka, lokasi yang dulunya gelap, dipenuhi pohon kelapa, pohon kasuari dan vegetasi tanaman rambat, kini berubah menjadi lokasi berkumpulnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbagai jenis usaha mikro dan menengah saling beradu produk, konsep dan ide untuk menarik pengunjung. Tempat ini jika sore memiliki udara yang sejuk.
Selain itu bisa menikmati deru ombak dan bau laut serta hilir mudik perahu dari nelayan tradisional. Sedangkan jika malam akan tersaji ribuan lampu warna warni yang memiliki latar lampu Jembatan Yotefa. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menyaksikan Tugu Metu Debi di Kampung Engros yang menjadi tempat bersejarah bagi Kota Jayapura yang setiap tahun diperingati sebagai momentum masuknya injil di tanah Tabi. Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari Pantai Ciberi.