Nixon melihat jika ini benar-benar sudah dilakukan oleh komunitas maka bisa berdampak pada pariwisata budaya di daerah ekowisata khususnya di wilayah dusun sagu Kampung Sereh. Hal lainnya adalah meningkatkan pemberdayaan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kerajinan dan pariwisata budaya, pengembangan keterampilan, meningkatkan keterampilan memasak, kerajinan, dan seni tradisional.
Ditempat sama, dukungan kegiatan ini juga diberikan langsung selaku tuan rumah dari Pemuda Kampung Sereh, Nixon Ondikeleuw, Nixon mengaku, aktivitas di culture camp ini sangat baik dan banyak manfaatnya bagi para peserta yang mengikutinya. Mereka bisa diberikan materi dari berbagai narasumber seperti dari Founder Rumah Bakau, perwakilan Earth Hour Jayapura, perwakilan WWF Jayapura dan narasumber lainnya.
Selain kerajinan membuat atap sagu, ada juga materi membuat konten vidio kreator dalam melestarikan budaya lokal Sentani. Ada juga pembelajaran bahasa daerah, pengenalan sejarah dan mitos lokal serta diskusi budaya dan filosofi kebudayaan yang ada di Sentani maupun membahas isu dan dampak lingkungan yang terjadi saat ini.
“Dalam culture camp yang diselenggarakan di dusun sagu, peserta juga diberikan edukasi, melakukan kemah dan melestarikan budaya di Sentani, dan kami harap Kegiatan ini bisa terus dilakukan dengan komunitas lainnya sebab berhubungan dengan budaya,” beber Nixon Ondikleuw.