Tuesday, March 10, 2026
28.8 C
Jayapura

Satu Staf BPBD Meninggal, Janji Bangun Jalan dengan Nama Simon Pampang

Ia mengingatkan bahwa tujuan mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan untuk menjumpai dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Kampung Omon. Setelah briefing, doa dipanjatkan bersama, memohon keselamatan sepanjang perjalanan. Langkah demi langkah ditempuh dari Kampung Bangai menuju Kampung Omon. Hampir 70 persen jalur yang dilalui berupa jalan berlumpur.

Energi terkuras, napas tersengal, dan kelelahan mulai terasa. Namun semangat untuk sampai ke tujuan membuat rombongan tetap harus melangkah.
Di tengah perjalanan, sebuah peristiwa pilu terjadi. Salah satu staf BPBD Kabupaten

Jayapura, almarhum Simon Pampang, menghembuskan napas terakhirnya di jalur sunyi itu. “Tidak ada yang menyangka peristiwa tersebut akan terjadi. Saat berangkat, karena saya melihat seluruh anggota rombongan terlihat sehat,” ungkap Bupati dengan nada lirih.

Baca Juga :  Boyong 23 Pemain, Persipura Bertolak ke Palu

Sekitar empat kilometer sebelum lokasi kejadian, rombongan sempat berhenti untuk beristirahat. Bupati mengingat betul, saat itu almarhum Simon Pampang justru berjalan mendahului rombongan, menunjukkan semangat luar biasa.

Namun di pertengahan jalur antara Kampung Bangai dan Kampung Omon, almarhum tiba-tiba berhenti. Ketika rombongan yang berada di belakang menghampiri, semua sempat berpikir almarhum hanya kelelahan atau pingsan.

Namun kabar duka datang dari paramedis yang menyertai perjalanan: Simon Pampang telah meninggal dunia. Suasana seketika berubah menjadi hening dan duka.

“Saya segera mengumpulkan seluruh staf, meminta seorang hamba Tuhan memimpin doa, lalu memerintahkan dua kepala dinas bersama beberapa anggota rombongan untuk mengantar jenazah almarhum kembali ke Sentani,” jelasnya dengan nada sedih.

Baca Juga :  Jadi Motivasi Bagi Dosen  Perempuan Lain Untuk Meraih Gelar Tertinggi   

Sementara itu, dengan hati yang berat, Bupati dan rombongan lainnya melanjutkan perjalanan menuju Kampung Omon. Kepergian Simon Pampang meninggalkan duka mendalam. Ia wafat saat menjalankan tugas, di wilayah yang bahkan tidak terjangkau jaringan komunikasi maupun kendaraan darurat.

Bagi Bupati Jayapura, peristiwa ini menjadi pukulan berat sekaligus pengingat akan beratnya perjuangan melayani masyarakat di daerah terpencil. Dalam kunjungannya ke Kampung Omon, Bupati Jayapura menyampaikan janji kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa tujuan mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan untuk menjumpai dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Kampung Omon. Setelah briefing, doa dipanjatkan bersama, memohon keselamatan sepanjang perjalanan. Langkah demi langkah ditempuh dari Kampung Bangai menuju Kampung Omon. Hampir 70 persen jalur yang dilalui berupa jalan berlumpur.

Energi terkuras, napas tersengal, dan kelelahan mulai terasa. Namun semangat untuk sampai ke tujuan membuat rombongan tetap harus melangkah.
Di tengah perjalanan, sebuah peristiwa pilu terjadi. Salah satu staf BPBD Kabupaten

Jayapura, almarhum Simon Pampang, menghembuskan napas terakhirnya di jalur sunyi itu. “Tidak ada yang menyangka peristiwa tersebut akan terjadi. Saat berangkat, karena saya melihat seluruh anggota rombongan terlihat sehat,” ungkap Bupati dengan nada lirih.

Baca Juga :  Pertegas di Vietnam dan Tekan Seminim Mungkin 3C

Sekitar empat kilometer sebelum lokasi kejadian, rombongan sempat berhenti untuk beristirahat. Bupati mengingat betul, saat itu almarhum Simon Pampang justru berjalan mendahului rombongan, menunjukkan semangat luar biasa.

Namun di pertengahan jalur antara Kampung Bangai dan Kampung Omon, almarhum tiba-tiba berhenti. Ketika rombongan yang berada di belakang menghampiri, semua sempat berpikir almarhum hanya kelelahan atau pingsan.

Namun kabar duka datang dari paramedis yang menyertai perjalanan: Simon Pampang telah meninggal dunia. Suasana seketika berubah menjadi hening dan duka.

“Saya segera mengumpulkan seluruh staf, meminta seorang hamba Tuhan memimpin doa, lalu memerintahkan dua kepala dinas bersama beberapa anggota rombongan untuk mengantar jenazah almarhum kembali ke Sentani,” jelasnya dengan nada sedih.

Baca Juga :  Bercocok Tanam dan Merangkai Potongan Kayu Diharapkan Jadi Bekal Dimasa Depan

Sementara itu, dengan hati yang berat, Bupati dan rombongan lainnya melanjutkan perjalanan menuju Kampung Omon. Kepergian Simon Pampang meninggalkan duka mendalam. Ia wafat saat menjalankan tugas, di wilayah yang bahkan tidak terjangkau jaringan komunikasi maupun kendaraan darurat.

Bagi Bupati Jayapura, peristiwa ini menjadi pukulan berat sekaligus pengingat akan beratnya perjuangan melayani masyarakat di daerah terpencil. Dalam kunjungannya ke Kampung Omon, Bupati Jayapura menyampaikan janji kepada masyarakat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya