Ia juga menyoroti selama ini pemerintah, TNI-Polri termasuk Komnas HAM jarang sekali memberi ruang untuk mendengarkan masukan dari mahasiswa. Aspirasi lebih sering muncul di ruang publik seperti aksi jalanan, bukan dalam forum diskusi yang terarah.
“Pandangan mahasiswa beragam dan itu penting. Selama ini ruang untuk mendengar mereka masih minim, padahal forum seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Sambungnya, dari berbagai kunjungan yang dilakukan, masyarakat di kampung justru berharap peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dapat membantu memberikan solusi di tengah konflik.
“Karena itu kami memandang penting untuk mendengar langsung pandangan mahasiswa,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia juga menyoroti selama ini pemerintah, TNI-Polri termasuk Komnas HAM jarang sekali memberi ruang untuk mendengarkan masukan dari mahasiswa. Aspirasi lebih sering muncul di ruang publik seperti aksi jalanan, bukan dalam forum diskusi yang terarah.
“Pandangan mahasiswa beragam dan itu penting. Selama ini ruang untuk mendengar mereka masih minim, padahal forum seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Sambungnya, dari berbagai kunjungan yang dilakukan, masyarakat di kampung justru berharap peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dapat membantu memberikan solusi di tengah konflik.
“Karena itu kami memandang penting untuk mendengar langsung pandangan mahasiswa,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q