Hasil Kuisioner Ternyata Banyak Remaja Pernah Nonton Konten Pornografi

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Zonasi Vegetasi Pantai Rusak,  Bila Tak Diseriusi Abrasi Makin Merajalela    

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Butuh Konvergensi Program, Makin Banyak yang Terlibat Makin Cepat Diatasi

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Masuk Usia Ke-63 Tahun, SMK Negeri 3 Jayapura Masih Banyak Kekurangan

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Tumbuh Subur Lagi setelah Ditanam Para Sahabat Bung Karno

Berita Terbaru

Artikel Lainnya