Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

   Sementara itu, Kepala MIN Kota Jayapura, Laily Kurniasari, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak madrasah telah mengetahui keberadaan website AMAN Kemenag dan menyambut baik program tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan.

  Laily menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara bertahap kepada guru dan tenaga kependidikan melalui grup WhatsApp internal madrasah serta diperkuat dalam rapat dewan guru. Selain itu, sosialisasi kepada orang tua murid dimulai sejak pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi peserta didik baru kelas I, yang kemudian diperluas kepada seluruh wali murid melalui grup Whatsapp masing-masing kelas.

  “Website AMAN kami sosialisasikan secara luas kepada seluruh wali murid MIN Kota Jayapura melalui grup WhatsApp masing-masing kelas sehingga informasi dapat menjangkau seluruh orang tua secara cepat dan efektif,” jelasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Salurkan 10 Ekor Sapi Kurban untuk Papua

   ​Bagi Laily, kehadiran AMAN memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA) serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diusung sekolahnya. Namun, di tengah keterbukaan digital, ia menyisipkan satu pesan penting agar platform ini tidak menjadi panggung penghakiman sepihak.

   “Website AMAN Kemenag adalah jembatan komunikasi tanpa batas. Namun, penggunaannya harus tetap mengedepankan unsur tabayyun. Setiap laporan perlu diklarifikasi dengan baik agar permasalahan dipahami secara objektif dan memberikan keadilan bagi semua pihak,” ujar Laily mengingatkan. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

   Sementara itu, Kepala MIN Kota Jayapura, Laily Kurniasari, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak madrasah telah mengetahui keberadaan website AMAN Kemenag dan menyambut baik program tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan.

  Laily menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara bertahap kepada guru dan tenaga kependidikan melalui grup WhatsApp internal madrasah serta diperkuat dalam rapat dewan guru. Selain itu, sosialisasi kepada orang tua murid dimulai sejak pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi peserta didik baru kelas I, yang kemudian diperluas kepada seluruh wali murid melalui grup Whatsapp masing-masing kelas.

  “Website AMAN kami sosialisasikan secara luas kepada seluruh wali murid MIN Kota Jayapura melalui grup WhatsApp masing-masing kelas sehingga informasi dapat menjangkau seluruh orang tua secara cepat dan efektif,” jelasnya.

Baca Juga :  Hindari Hal yang Tak Diinginkan, Pengamanan Cakada jadi Prioritas

   ​Bagi Laily, kehadiran AMAN memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA) serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diusung sekolahnya. Namun, di tengah keterbukaan digital, ia menyisipkan satu pesan penting agar platform ini tidak menjadi panggung penghakiman sepihak.

   “Website AMAN Kemenag adalah jembatan komunikasi tanpa batas. Namun, penggunaannya harus tetap mengedepankan unsur tabayyun. Setiap laporan perlu diklarifikasi dengan baik agar permasalahan dipahami secara objektif dan memberikan keadilan bagi semua pihak,” ujar Laily mengingatkan. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya