Monday, March 30, 2026
27.4 C
Jayapura

Lulus dari Amerika, Dirikan Cafe dan Ingin Bangun Daerah

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkapnya. Sekembalinya ke Papua, Cecilia mulai mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Ia membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak muda Papua.

Selain berwirausaha, Cecilia juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menjadi dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui yayasan sosial dan kegiatan gereja. Saat pemerintah pusat membuka seleksi anggota DPRP Papua jalur Otsus periode 2024 sampai 2029, Cecilia ikut mendaftar. Ia kemudian lolos serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan.

Baca Juga :  Pemilu 2024, Tidak Ada Sistem Noken di Papua 

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak sempat menikmati program beasiswa Otsus. Ia harus berjuang sendiri menempuh pendidikan karena informasi program tersebut belum banyak diketahui masyarakat saat itu.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang di Jakarta.

Meski begitu, Yunita melihat perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku senang semakin banyak anak muda Papua yang memperoleh kesempatan belajar melalui dukungan beasiswa Otsus.

Baca Juga :  Pertamina Papua Pastikan BBM yang Beredar Aman

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkapnya. Sekembalinya ke Papua, Cecilia mulai mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Ia membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak muda Papua.

Selain berwirausaha, Cecilia juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menjadi dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui yayasan sosial dan kegiatan gereja. Saat pemerintah pusat membuka seleksi anggota DPRP Papua jalur Otsus periode 2024 sampai 2029, Cecilia ikut mendaftar. Ia kemudian lolos serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan.

Baca Juga :  Selundupkan 94,35 Gram Sabu dari Palu, Tiga Pelaku Ditangkap

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak sempat menikmati program beasiswa Otsus. Ia harus berjuang sendiri menempuh pendidikan karena informasi program tersebut belum banyak diketahui masyarakat saat itu.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang di Jakarta.

Meski begitu, Yunita melihat perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku senang semakin banyak anak muda Papua yang memperoleh kesempatan belajar melalui dukungan beasiswa Otsus.

Baca Juga :  Sidang PON Ditunda, PH Kewalahan Siapkan Berkas

Berita Terbaru

Artikel Lainnya