Tuesday, February 10, 2026
25.8 C
Jayapura

Lulus dari Amerika, Dirikan Cafe dan Ingin Bangun Daerah

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkapnya. Sekembalinya ke Papua, Cecilia mulai mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Ia membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak muda Papua.

Selain berwirausaha, Cecilia juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menjadi dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui yayasan sosial dan kegiatan gereja. Saat pemerintah pusat membuka seleksi anggota DPRP Papua jalur Otsus periode 2024 sampai 2029, Cecilia ikut mendaftar. Ia kemudian lolos serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan.

Baca Juga :  Warga Diajak Alihkan Sertifikat Analg ke Elektronik

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak sempat menikmati program beasiswa Otsus. Ia harus berjuang sendiri menempuh pendidikan karena informasi program tersebut belum banyak diketahui masyarakat saat itu.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang di Jakarta.

Meski begitu, Yunita melihat perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku senang semakin banyak anak muda Papua yang memperoleh kesempatan belajar melalui dukungan beasiswa Otsus.

Baca Juga :  Banyak Warga Belum Paham Hukum, Tidak Semua Persoalan Harus ke Pengadilan

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkapnya. Sekembalinya ke Papua, Cecilia mulai mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Ia membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak muda Papua.

Selain berwirausaha, Cecilia juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menjadi dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui yayasan sosial dan kegiatan gereja. Saat pemerintah pusat membuka seleksi anggota DPRP Papua jalur Otsus periode 2024 sampai 2029, Cecilia ikut mendaftar. Ia kemudian lolos serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan.

Baca Juga :  Pendidikan Kepala Sekolah Cermin Kualitasnya Pendidikan

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak sempat menikmati program beasiswa Otsus. Ia harus berjuang sendiri menempuh pendidikan karena informasi program tersebut belum banyak diketahui masyarakat saat itu.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang di Jakarta.

Meski begitu, Yunita melihat perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku senang semakin banyak anak muda Papua yang memperoleh kesempatan belajar melalui dukungan beasiswa Otsus.

Baca Juga :  Pemprov Papua Apresiasi AMSI Menggelar Pelatihan Literasi Berita Bohong

Berita Terbaru

Artikel Lainnya