Saturday, February 28, 2026
32.7 C
Jayapura

Perlu Strategi Lebih Tangani Ganja, Sosialisasi Lewat Gereja Dianggap Efektif

Ngobrol Santai Dengan Kasat Narkoba Polresta yang Baru, AKP Irene Aronggear

Jabatan Kasat Narkoba Polresta Jayapura kembali berganti. Jabatan AKP Akhmad Alfian yang baru beberapa bulan diganti AKP Irene Aronggear. Tentunya ada target yang akan diusung mantan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak ini.

Laporan: Abdel Gamel Naser_ Jayapura

Setelah 3 tahun lamanya bergabung dengan Dit Narkoba Polda Papua, kini waktunya bagi AKP Irene untuk bergabung dengan Polresta sebagai Kasat Narkoba. Dari pelaksanaan tugas dan  fungsinya,  tentu bisa lebih leluasa, karena akan mengontrol langsung anak buah dan menyusun strategi yang akan diterapkan guna mengungkap maupun menekan peredaran narkoba di Jayapura.

  Wanita kelahiran Biak yang besar di Nabire ini, tak menampik jika persoalan narkoba di Jayapura perlu diberi perhatian serius. Pasalnya ada nasib anak bangsa dan generasi penerus yang terancam jika masih berada pada lingkaran barang haram.

Baca Juga :  Hingga Hari Ke 11, Polres Nabire Amankan Ratusan Kendaraan

   Untuk Kota Jayapura sendiri, kata Irene, yang paling ditemukan adalah kasus ganja. Hal tersebut tak lepas karena perairan di Papua sangat terbuka, sehingga hilir mudik speedboat dari negara tetangga masih mudah dilakukan.

  Meski demikian dikatakan ancaman lain selain ganja juga selalu ada. Ia pun berkeinginan untuk bisa mengungkap kasus yang tidak hanya ganja tetapi juga sabu – sabu maupun obat – obatan terlarang lainnya. “Selama ini pengungkapan lebih didominasi kasus ganja dan kami akan berupaya untuk mengungkap yang lain karena sama – sama berbahaya hanya saja nampaknya perlu tenaga dan strategi lebih,” kata Irene saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/12).

Baca Juga :  Tertangkap Tangan Saat Mencuri di Rumah Seorang Warga 

   Diakui jika selama ini untuk sabu – sabu terkesan lebih sulit karena disinyalir dimainkan lebih rapi dan melibatkan kelompok elit dan berduit. Namun dengan bekal 3 tahun membongkar jejaring narkoba di Polda, Irene berharap bisa menjalankan kepercayaan pimpinan.

   “Memang untuk sabu ini tidak mudah, tapi pelan – pelan kami coba. Semoga saja dengan tim yang sudah ada saat ini kami bisa dimudahkan semuanya,” imbuhnya.

  Irene tetap optimis untuk penanganan kasus narkoba di Jayapura sebab ia melihat tak banyak kendala karena system kerja sudah dimatangkan.

Ngobrol Santai Dengan Kasat Narkoba Polresta yang Baru, AKP Irene Aronggear

Jabatan Kasat Narkoba Polresta Jayapura kembali berganti. Jabatan AKP Akhmad Alfian yang baru beberapa bulan diganti AKP Irene Aronggear. Tentunya ada target yang akan diusung mantan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak ini.

Laporan: Abdel Gamel Naser_ Jayapura

Setelah 3 tahun lamanya bergabung dengan Dit Narkoba Polda Papua, kini waktunya bagi AKP Irene untuk bergabung dengan Polresta sebagai Kasat Narkoba. Dari pelaksanaan tugas dan  fungsinya,  tentu bisa lebih leluasa, karena akan mengontrol langsung anak buah dan menyusun strategi yang akan diterapkan guna mengungkap maupun menekan peredaran narkoba di Jayapura.

  Wanita kelahiran Biak yang besar di Nabire ini, tak menampik jika persoalan narkoba di Jayapura perlu diberi perhatian serius. Pasalnya ada nasib anak bangsa dan generasi penerus yang terancam jika masih berada pada lingkaran barang haram.

Baca Juga :  Mau Jadi Presiden,  Makan Soto Gading Dulu

   Untuk Kota Jayapura sendiri, kata Irene, yang paling ditemukan adalah kasus ganja. Hal tersebut tak lepas karena perairan di Papua sangat terbuka, sehingga hilir mudik speedboat dari negara tetangga masih mudah dilakukan.

  Meski demikian dikatakan ancaman lain selain ganja juga selalu ada. Ia pun berkeinginan untuk bisa mengungkap kasus yang tidak hanya ganja tetapi juga sabu – sabu maupun obat – obatan terlarang lainnya. “Selama ini pengungkapan lebih didominasi kasus ganja dan kami akan berupaya untuk mengungkap yang lain karena sama – sama berbahaya hanya saja nampaknya perlu tenaga dan strategi lebih,” kata Irene saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/12).

Baca Juga :  Tersaji 17 Spot Pantai Berbatu hingga Air Tawar Tengah Laut

   Diakui jika selama ini untuk sabu – sabu terkesan lebih sulit karena disinyalir dimainkan lebih rapi dan melibatkan kelompok elit dan berduit. Namun dengan bekal 3 tahun membongkar jejaring narkoba di Polda, Irene berharap bisa menjalankan kepercayaan pimpinan.

   “Memang untuk sabu ini tidak mudah, tapi pelan – pelan kami coba. Semoga saja dengan tim yang sudah ada saat ini kami bisa dimudahkan semuanya,” imbuhnya.

  Irene tetap optimis untuk penanganan kasus narkoba di Jayapura sebab ia melihat tak banyak kendala karena system kerja sudah dimatangkan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya