Selain Simpan Koleksi juga Mendorong Pemasaran dan Pengenalan Noken Bagi Pelajar

  “Kompleksnya begini, suasana memang untuk orang datang ke sini kadang-kadang kita takut juga. Terus kelihatan seperti sepi, karena lokasi ini tidak di masyarakat. Kalau dia di pinggir jalan, masyarakat kenal,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Noken Papua, Mozes Mandibodibo, S.Pd., M.AP. saat ditemui Cenderawasih Pos di lantai 1 Museum Noken

  Selain masalah lokasi dan kunjungan, kondisi fasilitas juga menjadi perhatian.  Pengelola menyebutkan beberapa sarana pendukung, seperti pendingin ruangan atau AC, dan instalasi listrik masih membutuhkan pembenahan.

   Beberapa unit AC disebut tidak berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kapasitas daya listrik yang tersedia. Padahal, fasilitas yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung ketika melihat koleksi museum.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Beri Pelatihan Input Data MBG pada Dashboard

   “Mudah-mudahan dengan anggaran tahun depan 2027 kita berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada di dalam kantor ini. Artinya sarana dan prasarana itu, mungkin AC-nya kita perbaiki, instalasinya kita perbaiki, airnya juga kita penuhi,” jelasnya saat ditemui di museum.

Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat museum menjadi tempat yang lebih nyaman bagi masyarakat. Moses juga ingin mempercantik lingkungan museum agar pengunjung memiliki pengalaman yang lebih baik selama berada di lokasi.

   Tidak hanya fasilitas fisik, kemampuan sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Museum yang menyimpan warisan budaya Papua berpeluang dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Karena itu, pengelola menilai kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan, termasuk penguasaan bahasa asing, perlu mendapat perhatian.

Baca Juga :  Berharap ada Tambahan Skill untuk Membuat Gerabah Model yang Lain

  “Sumber daya manusianya juga harus kita kelola bagus supaya mereka bisa melayani tamu. Kalau tamu asing, mereka bisa speaking English-nya bagus. Kalau tamu Jepang, ya mungkin ada juga dari Jepang,” kata Moses.

  Di sisi lain, kata Moses, upaya memperkenalkan museum kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui kegiatan promosi dan pameran. 

“Kami memiliki seksi promosi dan pemasaran yang menjalankan kegiatan pameran khusus, pameran keliling ke kabupaten dan kota, serta pameran berskala nasional. Promosi juga kita lakukan melalui media sosial seperti Facebook dan saluran komunikasi lainnya. Melalui kegiatan tersebut, harapannya, masyarakat semakin mengenal keberadaan Museum Noken Papua beserta koleksi budaya yang tersimpan di dalamnya,” tuturnya.

  “Kompleksnya begini, suasana memang untuk orang datang ke sini kadang-kadang kita takut juga. Terus kelihatan seperti sepi, karena lokasi ini tidak di masyarakat. Kalau dia di pinggir jalan, masyarakat kenal,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Noken Papua, Mozes Mandibodibo, S.Pd., M.AP. saat ditemui Cenderawasih Pos di lantai 1 Museum Noken

  Selain masalah lokasi dan kunjungan, kondisi fasilitas juga menjadi perhatian.  Pengelola menyebutkan beberapa sarana pendukung, seperti pendingin ruangan atau AC, dan instalasi listrik masih membutuhkan pembenahan.

   Beberapa unit AC disebut tidak berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kapasitas daya listrik yang tersedia. Padahal, fasilitas yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung ketika melihat koleksi museum.

Baca Juga :  276 Gram Ganja Dimusnahkan

   “Mudah-mudahan dengan anggaran tahun depan 2027 kita berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada di dalam kantor ini. Artinya sarana dan prasarana itu, mungkin AC-nya kita perbaiki, instalasinya kita perbaiki, airnya juga kita penuhi,” jelasnya saat ditemui di museum.

Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat museum menjadi tempat yang lebih nyaman bagi masyarakat. Moses juga ingin mempercantik lingkungan museum agar pengunjung memiliki pengalaman yang lebih baik selama berada di lokasi.

   Tidak hanya fasilitas fisik, kemampuan sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Museum yang menyimpan warisan budaya Papua berpeluang dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Karena itu, pengelola menilai kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan, termasuk penguasaan bahasa asing, perlu mendapat perhatian.

Baca Juga :  Berharap ada Tambahan Skill untuk Membuat Gerabah Model yang Lain

  “Sumber daya manusianya juga harus kita kelola bagus supaya mereka bisa melayani tamu. Kalau tamu asing, mereka bisa speaking English-nya bagus. Kalau tamu Jepang, ya mungkin ada juga dari Jepang,” kata Moses.

  Di sisi lain, kata Moses, upaya memperkenalkan museum kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui kegiatan promosi dan pameran. 

“Kami memiliki seksi promosi dan pemasaran yang menjalankan kegiatan pameran khusus, pameran keliling ke kabupaten dan kota, serta pameran berskala nasional. Promosi juga kita lakukan melalui media sosial seperti Facebook dan saluran komunikasi lainnya. Melalui kegiatan tersebut, harapannya, masyarakat semakin mengenal keberadaan Museum Noken Papua beserta koleksi budaya yang tersimpan di dalamnya,” tuturnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya