Pihaknya juga ingin mengembangkan fungsi pemasaran agar hasil kerajinan noken masyarakat memiliki ruang untuk diperkenalkan dan dipasarkan kepada pengunjung.
“Tahun depan kita merencanakan, selain kita promosi, juga bagaimana caranya supaya ada yang bisa dipasarkan. Jadi kalau bisa kita yang punya Papua menyiapkan wadah untuk mereka supaya terjadi pemasaran. Kita berdayakan mereka supaya mempertahankan budaya noken,” tuturnya.
Selain menjadi tempat penyimpanan dan pengenalan koleksi, Moses menerangkan bahwa Museum Noken juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung pelestarian keterampilan membuat noken. “Pengelola berencana mendorong kegiatan pembinaan kepada generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA, agar mereka mengenal proses menganyam dan merajut noken,” bebernya.
Dengan berbagai tantangan yang masih dihadapi, Moses tetap optimistis terhadap pengembangan Museum Noken Papua ke depan. Pembenahan fasilitas, peningkatan promosi, serta penguatan pelayanan menjadi beberapa hal yang diharapkan dapat mendukung museum agar lebih dikenal dan dikunjungi masyarakat. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pihaknya juga ingin mengembangkan fungsi pemasaran agar hasil kerajinan noken masyarakat memiliki ruang untuk diperkenalkan dan dipasarkan kepada pengunjung.
“Tahun depan kita merencanakan, selain kita promosi, juga bagaimana caranya supaya ada yang bisa dipasarkan. Jadi kalau bisa kita yang punya Papua menyiapkan wadah untuk mereka supaya terjadi pemasaran. Kita berdayakan mereka supaya mempertahankan budaya noken,” tuturnya.
Selain menjadi tempat penyimpanan dan pengenalan koleksi, Moses menerangkan bahwa Museum Noken juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung pelestarian keterampilan membuat noken. “Pengelola berencana mendorong kegiatan pembinaan kepada generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA, agar mereka mengenal proses menganyam dan merajut noken,” bebernya.
Dengan berbagai tantangan yang masih dihadapi, Moses tetap optimistis terhadap pengembangan Museum Noken Papua ke depan. Pembenahan fasilitas, peningkatan promosi, serta penguatan pelayanan menjadi beberapa hal yang diharapkan dapat mendukung museum agar lebih dikenal dan dikunjungi masyarakat. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q