Friday, April 4, 2025
24.7 C
Jayapura

Kreatif Daur Ulang Sampah, hingga Hasilkan Uang dari Latihan Wirausaha

   Tidak hanya itu, stand SMP 4 Jayapura memamerkan hasil karya anak didiknya, seperti Noken, Produk fermentasi berupa kue cake, bakpao, dan tak kalah menarik juga ada Ecobreak yang merupakan tempat duduk terbuat dari hasil potongan sampah plastik yang digabungkan dalam satu botol plastik hingga kemudian dijadikan sebuah kursi plastik.

   “Ini adalah produk daur ulang Ecobrik, jadi botol kosong yang diisi sama potongan plastik sampah, ini dijadikan kursi,” kata Ibu Maryati (30) kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5)

  Produk ini  murni hasil karya dari anak muridnya di SMP 4 Jayapura, yang telah mengikuti Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka. “Kebetulan kita sudah dua tahun melaksanakan P5, ada enam tema yang sudah kita lakukan, yang buat ini adalah anak kelas delapan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemutakhiran Data Pemilih Dilakukan 13 Juni 2024

  Maryati mengaku pembuatan kursi dari hasil olahan sampah tersebut bisa dalam satu hari tergantung dari banyaknya sampah yang tersedia. “Kalau waktunya sih bisa satu hari itu bisa yang penting itu sampah-sampah itukan dikumpulkan lebih banyak dan kemudian digunting sama-sama itu bisa satu hari,” jelasnya.

   Ia pun menyampaikan bahwa dari hasil karya anak muridnya itu bisa memperoleh pendapatan, dan juga dijadikan sebagai inventaris sekolah. “Iya ada yang dijadikan untuk penghasilan dan ada yang dipake untuk infentaris sekolah, nantikan kita bisa membeli perlengkapan untuk penunjang belajar anak-anak disekolah,” terangnya.

  Sementara itu, Jeni (14), siswa SMPN 13 Jayapura menyampaikan bahwa Ia berserta teman-temannya itu menjual hasil karya seni dan berbagai macam jenis Kue di stand pameran tersebut.

Baca Juga :  UM Papua Buka Prodi Psikologi

“Ada tas Noken bersama gantungan-gantungan, jualan Nugget,  puding bersama kue,” kata Jeni kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5).

  Jeni mengatakan, ini merupakan hasil karya dari dirinya dan teman-teman di SMPN 13 Jayapura. “itu hasi karya dari tong kelas delapan,” tegasnya.

  Ia kemudian menjelaskan satu per satu harga dari jualannya tersebut mulai dari Tas Noken, Jeni menjelaskan harga Tas tersebut berkisar Rp. 300.00, dikarenakan tas tersebut terbuat dari kulit kayu pilihan, kemudian Gantung dengan harga Rp.75.000, kemudian Kue dengan harga rata-rata Rp.5000 per picis

   Tidak hanya itu, stand SMP 4 Jayapura memamerkan hasil karya anak didiknya, seperti Noken, Produk fermentasi berupa kue cake, bakpao, dan tak kalah menarik juga ada Ecobreak yang merupakan tempat duduk terbuat dari hasil potongan sampah plastik yang digabungkan dalam satu botol plastik hingga kemudian dijadikan sebuah kursi plastik.

   “Ini adalah produk daur ulang Ecobrik, jadi botol kosong yang diisi sama potongan plastik sampah, ini dijadikan kursi,” kata Ibu Maryati (30) kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5)

  Produk ini  murni hasil karya dari anak muridnya di SMP 4 Jayapura, yang telah mengikuti Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka. “Kebetulan kita sudah dua tahun melaksanakan P5, ada enam tema yang sudah kita lakukan, yang buat ini adalah anak kelas delapan,” tambahnya.

Baca Juga :  Jadi Salah Satu Situs Terlengkap dari Segi Temuan Maupun Tradisi Budaya

  Maryati mengaku pembuatan kursi dari hasil olahan sampah tersebut bisa dalam satu hari tergantung dari banyaknya sampah yang tersedia. “Kalau waktunya sih bisa satu hari itu bisa yang penting itu sampah-sampah itukan dikumpulkan lebih banyak dan kemudian digunting sama-sama itu bisa satu hari,” jelasnya.

   Ia pun menyampaikan bahwa dari hasil karya anak muridnya itu bisa memperoleh pendapatan, dan juga dijadikan sebagai inventaris sekolah. “Iya ada yang dijadikan untuk penghasilan dan ada yang dipake untuk infentaris sekolah, nantikan kita bisa membeli perlengkapan untuk penunjang belajar anak-anak disekolah,” terangnya.

  Sementara itu, Jeni (14), siswa SMPN 13 Jayapura menyampaikan bahwa Ia berserta teman-temannya itu menjual hasil karya seni dan berbagai macam jenis Kue di stand pameran tersebut.

Baca Juga :  Menghindar Harus Tempuh 2–3 Km Lebih Jauh, Lewat Sungai Khawatir Arus Deras

“Ada tas Noken bersama gantungan-gantungan, jualan Nugget,  puding bersama kue,” kata Jeni kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5).

  Jeni mengatakan, ini merupakan hasil karya dari dirinya dan teman-teman di SMPN 13 Jayapura. “itu hasi karya dari tong kelas delapan,” tegasnya.

  Ia kemudian menjelaskan satu per satu harga dari jualannya tersebut mulai dari Tas Noken, Jeni menjelaskan harga Tas tersebut berkisar Rp. 300.00, dikarenakan tas tersebut terbuat dari kulit kayu pilihan, kemudian Gantung dengan harga Rp.75.000, kemudian Kue dengan harga rata-rata Rp.5000 per picis

Berita Terbaru

Artikel Lainnya