Wednesday, March 4, 2026
27.7 C
Jayapura

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kg, Pemerintah Siap Intervensi Pasar

Mencermati Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok Mendekati Hari Raya Idulfitri

Meski pemerintah telah memastikan stok kebutuhan pokok aman selama Ramadan masih aman, namun mendekati hari raya Idulfitri, harga Bapok di pasaran tetap bergerak mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah daerah pun mengantisipasi dengan pasar murah untuk stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi.

Laporan: Elfira_Jayapura

Memasuki bulan Ramadan pemerintah daerah, baik Pemprov Papua maupun Pemkot Jayapura sudah memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok (Bapok) di pasaran. Hal ini dilakukan dengan melakukan sidak ke sejumlah tempat, mulai dari Gudang Bulog, pasar tradisional hingga ke sejumlah supermarket yang tersebar di Kota Jayapura.

Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengaku selain pengawasan stok, Disperindag juga melakukan pemantauan harga setiap hari. Pengawasan difokuskan pada 20 komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah, termasuk sejumlah barang yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komoditas yang diawasi antara lain beras, minyak goreng Minyakita, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam beku, gula pasir, serta tepung terigu.

Baca Juga :  Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan dan Kurangi Antrean Pada Momen Tertentu

Dikatakan, sejauh ini, harga bahan pokok dinilai masih dalam kondisi stabil. Jika terjadi kenaikan pada komoditas yang tidak termasuk dalam kategori HET, hal tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan mengikuti mekanisme pasar.

“Secara umum harga masih terkendali dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami terus melakukan pengawasan agar stabilitas ini tetap terjaga,” katanya.

Ia berharap langkah pemantauan intensif ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang dan setelah Idulfitri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru sebelumnya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Penegasan tersebut disampaikan usai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (25/2).

Rustan Saru mengimbau para pengusaha, pedagang, distributor, hingga pengelola pasar modern untuk menjaga kestabilan harga dan tidak melakukan kenaikan yang tidak wajar.

“Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Jayapura tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan dan memberatkan masyarakat. Salah satu langkah intervensi yang telah disiapkan adalah penyelenggaraan pasar murah di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.

Baca Juga :  Industri Kerajinan Kuasai 2,5 Persen Pasar Dunia

“Jika terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Jayapura akan mengadakan pasar murah.,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah memiliki acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga eceran terendah sebagai patokan dalam pengendalian harga di lapangan. Tim pengawasan pun secara rutin turun ke pasar tradisional maupun pasar modern untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan.

Namun mendekati hari raya Idulfitri, sejumlah harga komoditas bahan pokok di pasaran terpantau mengalami kenaikan, terutama cabai yang kini menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Pardagangan dan Perindustrian Provinsi Povinsi Papua, Herman Bleskadit menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
Dari hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan beberapa hari lalu, harga cabai sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

Mencermati Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok Mendekati Hari Raya Idulfitri

Meski pemerintah telah memastikan stok kebutuhan pokok aman selama Ramadan masih aman, namun mendekati hari raya Idulfitri, harga Bapok di pasaran tetap bergerak mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah daerah pun mengantisipasi dengan pasar murah untuk stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi.

Laporan: Elfira_Jayapura

Memasuki bulan Ramadan pemerintah daerah, baik Pemprov Papua maupun Pemkot Jayapura sudah memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok (Bapok) di pasaran. Hal ini dilakukan dengan melakukan sidak ke sejumlah tempat, mulai dari Gudang Bulog, pasar tradisional hingga ke sejumlah supermarket yang tersebar di Kota Jayapura.

Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengaku selain pengawasan stok, Disperindag juga melakukan pemantauan harga setiap hari. Pengawasan difokuskan pada 20 komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah, termasuk sejumlah barang yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komoditas yang diawasi antara lain beras, minyak goreng Minyakita, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam beku, gula pasir, serta tepung terigu.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Bapok, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah 

Dikatakan, sejauh ini, harga bahan pokok dinilai masih dalam kondisi stabil. Jika terjadi kenaikan pada komoditas yang tidak termasuk dalam kategori HET, hal tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan mengikuti mekanisme pasar.

“Secara umum harga masih terkendali dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami terus melakukan pengawasan agar stabilitas ini tetap terjaga,” katanya.

Ia berharap langkah pemantauan intensif ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang dan setelah Idulfitri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru sebelumnya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Penegasan tersebut disampaikan usai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (25/2).

Rustan Saru mengimbau para pengusaha, pedagang, distributor, hingga pengelola pasar modern untuk menjaga kestabilan harga dan tidak melakukan kenaikan yang tidak wajar.

“Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Jayapura tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan dan memberatkan masyarakat. Salah satu langkah intervensi yang telah disiapkan adalah penyelenggaraan pasar murah di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.

Baca Juga :  Industri Kerajinan Kuasai 2,5 Persen Pasar Dunia

“Jika terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Jayapura akan mengadakan pasar murah.,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah memiliki acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga eceran terendah sebagai patokan dalam pengendalian harga di lapangan. Tim pengawasan pun secara rutin turun ke pasar tradisional maupun pasar modern untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan.

Namun mendekati hari raya Idulfitri, sejumlah harga komoditas bahan pokok di pasaran terpantau mengalami kenaikan, terutama cabai yang kini menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Pardagangan dan Perindustrian Provinsi Povinsi Papua, Herman Bleskadit menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
Dari hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan beberapa hari lalu, harga cabai sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya