Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kg, Pemerintah Siap Intervensi Pasar

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga kembali naik hingga mencapai Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram, seperti yang terpantau di Pasar Hamadi.

Herman menyebut, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca serta gagal panen di sejumlah daerah sentra produksi. “Di Papua, sebagian wilayah Keerom dilaporkan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dan serangan hama. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya pasokan di pasaran,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (2/3).

Selama ini, kebutuhan cabai di Jayapura sebagian besar disuplai dari Merauke dan Manokwari. Ketika produksi di daerah tersebut terganggu, distribusi menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga.

“Harga cabai memang fluktuatif, terutama saat hari-hari besar keagamaan dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Kadang naik, kadang turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Sikapi Keluhan Pedagang, Pemkot Siap Sidak ke Pasar Mama Papua

Diakuinya kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di Papua. Di sejumlah daerah lain di Indonesia, harga cabai bahkan lebih tinggi. Di Surabaya, misalnya, harga cabai dilaporkan mencapai Rp150 ribu per kilogram akibat gagal panen.

“Dibandingkan kondisi tersebut, harga cabai di Papua yang berada di kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram masih dianggap relatif wajar,” katanya.

Namun demikian, pihaknya akan melakukan intervensi jika harga cabai melampaui Rp120 ribu per kilogram. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi pasar guna menekan harga dan menjaga stabilitas pasokan.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga kembali naik hingga mencapai Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram, seperti yang terpantau di Pasar Hamadi.

Herman menyebut, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca serta gagal panen di sejumlah daerah sentra produksi. “Di Papua, sebagian wilayah Keerom dilaporkan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dan serangan hama. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya pasokan di pasaran,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (2/3).

Selama ini, kebutuhan cabai di Jayapura sebagian besar disuplai dari Merauke dan Manokwari. Ketika produksi di daerah tersebut terganggu, distribusi menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga.

“Harga cabai memang fluktuatif, terutama saat hari-hari besar keagamaan dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Kadang naik, kadang turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Bentuk Dukungan Ketahanan Pangan, Juga Berdayakan Masyarakat OAP dan  UMKM

Diakuinya kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di Papua. Di sejumlah daerah lain di Indonesia, harga cabai bahkan lebih tinggi. Di Surabaya, misalnya, harga cabai dilaporkan mencapai Rp150 ribu per kilogram akibat gagal panen.

“Dibandingkan kondisi tersebut, harga cabai di Papua yang berada di kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram masih dianggap relatif wajar,” katanya.

Namun demikian, pihaknya akan melakukan intervensi jika harga cabai melampaui Rp120 ribu per kilogram. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi pasar guna menekan harga dan menjaga stabilitas pasokan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya