Wednesday, February 18, 2026
31.3 C
Jayapura

Bom Rakitan Meledak, Seorang Nelayan Tewas

JAYAPURA– Seorang pria bernama Agus (44) meninggal dunia saat merakit bom ikan (dopis) di rumahnya di kompleks belakang gunung, Perumahan Ampera, Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Minggu (27/4).

Kapolresta Jayapura Kota melalui Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, menjelaskan bahwa korban diketahui sedang merakit bom ikan dengan menggunakan serbuk bahan peledak yang diambil dari mortir peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sebelah rumahnya.

Ledakan keras yang terdengar dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama kali didengar oleh istri korban. Saat memeriksa, ia menemukan tubuh sang suami sudah dalam kondisi mengenaskan dengan pergelangan tangan kanan terputus, tangan kiri hancur, serta luka bakar serius di bagian mulut. Kondisi sang suami juga diperkirakan tewas saat itu. Melihat itu sang istri langsung mengevakuasi korban ke RSUD Abepura.

Baca Juga :  Penumpang Pesawat Naik 19 Persen, Jadwal Penerbangan 10 Persen

“Kami menerima laporan dari pihak rumah sakit dan setelah dilakukan pengecekan, benar terjadi ledakan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Kompol Komarul Huda dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/4/2025). Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa dua pecahan mortir yang diduga berasal dari sisa-sisa Perang Dunia II.

“Korban meninggal akibat kelalaiannya sendiri saat mencoba merakit bom ikan menggunakan bahan berbahaya dari mortir tua,” jelas Kompol Komarul.

Adapun pihak keluarga korban kata Kompol Komarul telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak membuat laporan polisi. “Jenazah korban langsung dimakamkan miggu sore,” bebernya.

JAYAPURA– Seorang pria bernama Agus (44) meninggal dunia saat merakit bom ikan (dopis) di rumahnya di kompleks belakang gunung, Perumahan Ampera, Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Minggu (27/4).

Kapolresta Jayapura Kota melalui Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, menjelaskan bahwa korban diketahui sedang merakit bom ikan dengan menggunakan serbuk bahan peledak yang diambil dari mortir peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sebelah rumahnya.

Ledakan keras yang terdengar dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama kali didengar oleh istri korban. Saat memeriksa, ia menemukan tubuh sang suami sudah dalam kondisi mengenaskan dengan pergelangan tangan kanan terputus, tangan kiri hancur, serta luka bakar serius di bagian mulut. Kondisi sang suami juga diperkirakan tewas saat itu. Melihat itu sang istri langsung mengevakuasi korban ke RSUD Abepura.

Baca Juga :  Pemkot Berharap Ada Penambahan Alokasi Dana Otsus 

“Kami menerima laporan dari pihak rumah sakit dan setelah dilakukan pengecekan, benar terjadi ledakan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Kompol Komarul Huda dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/4/2025). Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa dua pecahan mortir yang diduga berasal dari sisa-sisa Perang Dunia II.

“Korban meninggal akibat kelalaiannya sendiri saat mencoba merakit bom ikan menggunakan bahan berbahaya dari mortir tua,” jelas Kompol Komarul.

Adapun pihak keluarga korban kata Kompol Komarul telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak membuat laporan polisi. “Jenazah korban langsung dimakamkan miggu sore,” bebernya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya