alexametrics
31.7 C
Jayapura
Monday, May 16, 2022

Keroyok Polisi, Lima Anggota KNPB Ditangkap

JAYAPURA-Lima orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terpaksa berusuan dengan pihak Kepolisian dan digelandang ke Mapolresta Jayapura Kota, Senin (28/3) sore.

Kelima anggota KNPB diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Polisi. Dua polisi yang menjadi korban adalah Bripda Jason Ohee dan Bripda Bonjosi Urbinas yang semua dari Samapta Polda Papua.

Kejadian ini sempat ramai di kalangan Kepolisian mengingat kabar yang tersebar adalah terjadi pengibaran bintang kejora dan penyanderaan terhadap salah satu korban yakni Bripda Jason Ohee.

Setelah mendengar kabar ini anggota Polresta Jayapura Kota dari berbagai jajaran langsung menuju ke TKP dan berhadapan langsung dengan kelompok KNPB yang ketika itu jumlahnya cukup banyak.

Setelah diberi ketegasan untuk menyerahkan atau melepas Bripda Jason akhirnya kelompok ini menuruti permintaan Polisi.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas kepada wartawan menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi pada Senin (28/3) sore sekira pukul 16.00 WIT di kuburan batas Kota Jayapura – Kabupaten Jayapura.

Dimana saat itu rombongan KNPB menuju kuburan batas kota untuk menguburkan salah satu anggota mereka bernama Kris Awi Pahabol. Disaat bersamaan dua anggota polisi menggunakan motor Honda CRF mencoba menyalip dari arah kiri mobil jenazah. Namun usaha menyalip ini justru dikejar oleh mobil pikap yang ditumpangi para pelaku.

Baca Juga :  Penyebaran BBM Satu Harga PR Bagi Pertamina

Saat sampai di kuburan, sopir pikap menepikan mobilnya sambil memepet motor korban dan spontan para pelaku melompat dan langsung melakukan pengeroyokan.

Ketika itu Bripda Jason langsung dikeroyok sedangkan Bripda Bonjosi  berhasil melarikan diri menggunakan motornya dan melapor ke Polsek Sentani Timur.

Dari koordinasi Polsek Sentani Timur inilah sejumlah personel langsung menuju TKP. “Jadi awalnya seperti itu, motor dua anggota Polisi ini hendak menyalip tapi  malah dipepet para pelaku dan terjadilah seperti penghadangan kemudian dikeroyok. Tapi salah satu berhasil kabur dan melapor ke Polsek Sentani Timur,” beber Kapolres Urbinas di Mapolresta, Selasa (29/3) malam.

Ia menyebut saat didatangi polisi terdapat  70  orang yang amankan kemudian setelah diperiksa 20 tersisa orang dan sorenya berkurang menjadi 5 orang. “Dari 20 orang ini kami coba periksa lagi dan mengerucut ke 5 orang tadi sedangkan 15 lainnya sudah dipulangkan oleh Kabag Ops dan Kasat Reskrim,”  tambah Urbinas.

Kelima pemuda ini kini mendekam di tahanan Polresta setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kapolresta dari kasus ini ada bentuk pencurian dengan kekerasan kemudian bentuk penyanderaan. Sebab korban Bripda Jason sempat diseret ke bagian atas kuburan hingga ada bantuan dari Polresta barulah dilepas.

Baca Juga :  Prioritas Sahkan Belanja 2022 Dulu

Saat diambil, korban mengalami sejumlah luka di seputaran wajah dan telinga. “Jadi sudah ada potensi penyanderaan dan curas karena handphone korban diambil. Luka pengeroyokan juga jelas dan kasus ini harus diproses. Sebab undang – undang mengatakan barang siapa jadi saya tidak melihat dari kelompok mana. Siapa yang terlibat itu kami proses,” tegasnya.

Disinggung soal upaya mengibarkan bintang kejora menurut Kapolres, saat dicek ternyata tidak ditemukan   dan di sini Polresta menyatakan tidak  terlalu  panik dengan hal – hal tersebut. “Jadi saat ini ada 5 yang jadi tersangka dan sedang kami proses,” tutup Kapolresta.

Sementara informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, anggota KNPB yang sempat diamankan adalah Ogram Wanimbo (Ketua Diplomasi KPB Pusat), House Yeimo (Ketua KNPB Numbay), Omikzon Balingga (Sekretaris Dipomasi KNPB Pusat), Kiri Keroman (pengurus KNPB Pusat), Beny Murib, Weko Kogoya, Oscar, Ning Otmar dan puluhan  orang lainnya.

Sejumlah rekan – rekan pelaku juga terlihat berkumpul di depan Mapolresta Jayapura Kota sambil menunggu hasil penyidikan, namun ketika hujan semua membubarkan diri. (ade/nat)

JAYAPURA-Lima orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terpaksa berusuan dengan pihak Kepolisian dan digelandang ke Mapolresta Jayapura Kota, Senin (28/3) sore.

Kelima anggota KNPB diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Polisi. Dua polisi yang menjadi korban adalah Bripda Jason Ohee dan Bripda Bonjosi Urbinas yang semua dari Samapta Polda Papua.

Kejadian ini sempat ramai di kalangan Kepolisian mengingat kabar yang tersebar adalah terjadi pengibaran bintang kejora dan penyanderaan terhadap salah satu korban yakni Bripda Jason Ohee.

Setelah mendengar kabar ini anggota Polresta Jayapura Kota dari berbagai jajaran langsung menuju ke TKP dan berhadapan langsung dengan kelompok KNPB yang ketika itu jumlahnya cukup banyak.

Setelah diberi ketegasan untuk menyerahkan atau melepas Bripda Jason akhirnya kelompok ini menuruti permintaan Polisi.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas kepada wartawan menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi pada Senin (28/3) sore sekira pukul 16.00 WIT di kuburan batas Kota Jayapura – Kabupaten Jayapura.

Dimana saat itu rombongan KNPB menuju kuburan batas kota untuk menguburkan salah satu anggota mereka bernama Kris Awi Pahabol. Disaat bersamaan dua anggota polisi menggunakan motor Honda CRF mencoba menyalip dari arah kiri mobil jenazah. Namun usaha menyalip ini justru dikejar oleh mobil pikap yang ditumpangi para pelaku.

Baca Juga :  Dorong Penyerapan Tenaga Kerja di Perusahan Industri

Saat sampai di kuburan, sopir pikap menepikan mobilnya sambil memepet motor korban dan spontan para pelaku melompat dan langsung melakukan pengeroyokan.

Ketika itu Bripda Jason langsung dikeroyok sedangkan Bripda Bonjosi  berhasil melarikan diri menggunakan motornya dan melapor ke Polsek Sentani Timur.

Dari koordinasi Polsek Sentani Timur inilah sejumlah personel langsung menuju TKP. “Jadi awalnya seperti itu, motor dua anggota Polisi ini hendak menyalip tapi  malah dipepet para pelaku dan terjadilah seperti penghadangan kemudian dikeroyok. Tapi salah satu berhasil kabur dan melapor ke Polsek Sentani Timur,” beber Kapolres Urbinas di Mapolresta, Selasa (29/3) malam.

Ia menyebut saat didatangi polisi terdapat  70  orang yang amankan kemudian setelah diperiksa 20 tersisa orang dan sorenya berkurang menjadi 5 orang. “Dari 20 orang ini kami coba periksa lagi dan mengerucut ke 5 orang tadi sedangkan 15 lainnya sudah dipulangkan oleh Kabag Ops dan Kasat Reskrim,”  tambah Urbinas.

Kelima pemuda ini kini mendekam di tahanan Polresta setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kapolresta dari kasus ini ada bentuk pencurian dengan kekerasan kemudian bentuk penyanderaan. Sebab korban Bripda Jason sempat diseret ke bagian atas kuburan hingga ada bantuan dari Polresta barulah dilepas.

Baca Juga :  Pemakaman Covid Mulai Aktif Kembali

Saat diambil, korban mengalami sejumlah luka di seputaran wajah dan telinga. “Jadi sudah ada potensi penyanderaan dan curas karena handphone korban diambil. Luka pengeroyokan juga jelas dan kasus ini harus diproses. Sebab undang – undang mengatakan barang siapa jadi saya tidak melihat dari kelompok mana. Siapa yang terlibat itu kami proses,” tegasnya.

Disinggung soal upaya mengibarkan bintang kejora menurut Kapolres, saat dicek ternyata tidak ditemukan   dan di sini Polresta menyatakan tidak  terlalu  panik dengan hal – hal tersebut. “Jadi saat ini ada 5 yang jadi tersangka dan sedang kami proses,” tutup Kapolresta.

Sementara informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, anggota KNPB yang sempat diamankan adalah Ogram Wanimbo (Ketua Diplomasi KPB Pusat), House Yeimo (Ketua KNPB Numbay), Omikzon Balingga (Sekretaris Dipomasi KNPB Pusat), Kiri Keroman (pengurus KNPB Pusat), Beny Murib, Weko Kogoya, Oscar, Ning Otmar dan puluhan  orang lainnya.

Sejumlah rekan – rekan pelaku juga terlihat berkumpul di depan Mapolresta Jayapura Kota sambil menunggu hasil penyidikan, namun ketika hujan semua membubarkan diri. (ade/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/