Ia menambahkan, sebagian laporan yang masuk telah berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dan beberapa di antaranya telah menetapkan tersangka. “Salah satunya baru-baru ini kami menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyebaran video pornografi yang melibatkan salah satu influencer di Kota Jayapura,” ungkapnya.
Menurut Wayan, rendahnya literasi digital menjadi salah satu faktor utama masyarakat mudah menjadi korban kejahatan siber. Di sisi lain, kondisi ekonomi juga dimanfaatkan pelaku dengan menawarkan barang atau jasa berharga murah agar korban tergiur. “Pelaku memanfaatkan keinginan masyarakat mendapatkan harga murah atau keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal tawaran tersebut sering kali tidak masuk akal,” katanya.
Ia menambahkan, kerugian akibat penipuan online di Papua bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah.Sebagai langkah pencegahan, Ditresiber Polda Papua terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.
Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), personel Ditresiber juga memberikan penyuluhan kepada peserta didik baru mengenai bahaya kejahatan siber dan cara menggunakan media sosial secara aman. Meski demikian, Wayan menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. “kebenarannya. selalu lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan,” pungkasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia menambahkan, sebagian laporan yang masuk telah berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dan beberapa di antaranya telah menetapkan tersangka. “Salah satunya baru-baru ini kami menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyebaran video pornografi yang melibatkan salah satu influencer di Kota Jayapura,” ungkapnya.
Menurut Wayan, rendahnya literasi digital menjadi salah satu faktor utama masyarakat mudah menjadi korban kejahatan siber. Di sisi lain, kondisi ekonomi juga dimanfaatkan pelaku dengan menawarkan barang atau jasa berharga murah agar korban tergiur. “Pelaku memanfaatkan keinginan masyarakat mendapatkan harga murah atau keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal tawaran tersebut sering kali tidak masuk akal,” katanya.
Ia menambahkan, kerugian akibat penipuan online di Papua bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah.Sebagai langkah pencegahan, Ditresiber Polda Papua terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.
Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), personel Ditresiber juga memberikan penyuluhan kepada peserta didik baru mengenai bahaya kejahatan siber dan cara menggunakan media sosial secara aman. Meski demikian, Wayan menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. “kebenarannya. selalu lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan,” pungkasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q