Dilaporkan 11 Orang Pendulang Emas Jadi Korban

Sementara itu, Dandim 1711/BVD Letkol Inf. Andry Cristian menyampaikan bahwa TNI-Polri telah melakukan berbagai langkah pengamanan, termasuk pengawasan jalur udara dan jalur sungai keluar masuk wilayah Boven Digoel.

Menurutnya, sejak tahun 2025 pihaknya telah merekomendasikan agar penggunaan helipad alternatif dibatasi dan diarahkan melalui Bandara Tanah Merah guna memudahkan pengawasan keamanan. Selain itu, akses transportasi sungai untuk aktivitas pertambangan juga dibatasi dan diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman Distrik Yaniruma dan Distrik Manggelum.

“TNI-Polri memastikan bahwa situasi keamanan di Boven Digoel tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun transportasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Boven Digoel turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya terkait isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga :  Tahun 2025, Curanmor Kasus Paling Menonjol di Mimika

“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu hoaks maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Tetap tenang dan jangan bereaksi berlebihan,” imbaunya.

Kapolres juga meminta para penambang liar yang masih beraktivitas agar segera menghentikan kegiatan dan berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri terdekat demi keselamatan bersama.

Di akhir penyampaiannya, Dandim 1711/BVD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial seperti Facebook, TikTok maupun Instagram yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat di Boven Digoel berjalan aman dan lancar. TNI siap membantu Polres Boven Digoel dalam penertiban serta penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan liar maupun pihak-pihak yang mengancam keselamatan masyarakat,” tutup Dandim.

Baca Juga :  Hasil Pengembangan Kasus Penadah, Pelaku Penjual Motor Curian Tertangkap

Sementara itu, Dandim 1711/BVD Letkol Inf. Andry Cristian menyampaikan bahwa TNI-Polri telah melakukan berbagai langkah pengamanan, termasuk pengawasan jalur udara dan jalur sungai keluar masuk wilayah Boven Digoel.

Menurutnya, sejak tahun 2025 pihaknya telah merekomendasikan agar penggunaan helipad alternatif dibatasi dan diarahkan melalui Bandara Tanah Merah guna memudahkan pengawasan keamanan. Selain itu, akses transportasi sungai untuk aktivitas pertambangan juga dibatasi dan diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman Distrik Yaniruma dan Distrik Manggelum.

“TNI-Polri memastikan bahwa situasi keamanan di Boven Digoel tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun transportasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Boven Digoel turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya terkait isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga :  Pengamanan Malam Natal Libatkan Remaja Masjid

“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu hoaks maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Tetap tenang dan jangan bereaksi berlebihan,” imbaunya.

Kapolres juga meminta para penambang liar yang masih beraktivitas agar segera menghentikan kegiatan dan berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri terdekat demi keselamatan bersama.

Di akhir penyampaiannya, Dandim 1711/BVD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial seperti Facebook, TikTok maupun Instagram yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat di Boven Digoel berjalan aman dan lancar. TNI siap membantu Polres Boven Digoel dalam penertiban serta penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan liar maupun pihak-pihak yang mengancam keselamatan masyarakat,” tutup Dandim.

Baca Juga :  Bom Rakitan Meledak, Seorang Nelayan Tewas

Berita Terbaru

Artikel Lainnya