Prabowo Disebut Tak Layak Berbicara di Panggung PBB

“Kami kembali mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menanggapi desakan internasional dan membuka akses bagi pemantau independen serta media internasional ke West Papua,” tegasnya. Ia menyebut sejak Juni hingga September 2025, rakyat Papua kembali menjadi korban kekerasan. Sedikitnya 14 warga tewas, belasan lainnya mengalami luka,” jelas Lince.

Iapun membeberkan beberapa data yaitu kasus yang menimpa Yesaya Degei (24). Ia ditembak oleh oknum anggota kepolisian di Nabire pada, 26 Juni 2025 dan tanpa proses hukum. Di hari yang sama, tiga warga sipil (Stevanus Silak, Eben Sobolim, dan Ami Sobolim) ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, sekira pukul 03.00 WIT oleh aparat keamanan.

Baca Juga :  Daftar Lengkap 56 Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan di Kabinet Merah Putih

Beberapa hari kemudian, pada 28 Juni, seorang warga sipil ditangkap di Kilo 5, Yahukimo, tanpa prosedur hukum. Pada 29 Juni, Perinus Balingga ditangkap di Beraza, Yahukimo, juga tanpa kejelasan hukum. “Situasi semakin memuncak ketika pada 3 Juli, aparat gabungan kembali melakukan penangkapan sewenang-wenang di Jalan Seradala Km 2, Dekai, menarget warga sipil yang dianggap aktivis,” jelas Lince.

Kemudian pada 10 Juli, mahasiswa Nataniel Nawipa disiksa oleh Polisi Dalmas setelah menggelar aksi damai di Jayapura. Sehari berikutnya, 11 Juli, delapan warga dicurigai anggota TPNPB ditangkap di Kilo Dua, Yahukimo: lima di antaranya dibebaskan dua hari kemudian. “Ada banyak kejadian lainnya,” tambah Lince.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Mulai Kuatkan Koalisi dan Matangkan Program

“Kami kembali mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menanggapi desakan internasional dan membuka akses bagi pemantau independen serta media internasional ke West Papua,” tegasnya. Ia menyebut sejak Juni hingga September 2025, rakyat Papua kembali menjadi korban kekerasan. Sedikitnya 14 warga tewas, belasan lainnya mengalami luka,” jelas Lince.

Iapun membeberkan beberapa data yaitu kasus yang menimpa Yesaya Degei (24). Ia ditembak oleh oknum anggota kepolisian di Nabire pada, 26 Juni 2025 dan tanpa proses hukum. Di hari yang sama, tiga warga sipil (Stevanus Silak, Eben Sobolim, dan Ami Sobolim) ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, sekira pukul 03.00 WIT oleh aparat keamanan.

Baca Juga :  Yunus Wonda : Pemekaran Ibarat Hilangkan Asap Tanpa Padamkan Bara

Beberapa hari kemudian, pada 28 Juni, seorang warga sipil ditangkap di Kilo 5, Yahukimo, tanpa prosedur hukum. Pada 29 Juni, Perinus Balingga ditangkap di Beraza, Yahukimo, juga tanpa kejelasan hukum. “Situasi semakin memuncak ketika pada 3 Juli, aparat gabungan kembali melakukan penangkapan sewenang-wenang di Jalan Seradala Km 2, Dekai, menarget warga sipil yang dianggap aktivis,” jelas Lince.

Kemudian pada 10 Juli, mahasiswa Nataniel Nawipa disiksa oleh Polisi Dalmas setelah menggelar aksi damai di Jayapura. Sehari berikutnya, 11 Juli, delapan warga dicurigai anggota TPNPB ditangkap di Kilo Dua, Yahukimo: lima di antaranya dibebaskan dua hari kemudian. “Ada banyak kejadian lainnya,” tambah Lince.

Baca Juga :  Daftar Lengkap 56 Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan di Kabinet Merah Putih

Berita Terbaru

Artikel Lainnya