“Kami mengucap syukur karena agenda yang tertunda dulu kini sudah dijawab. Pak Wapres datang dan melihat langsung. Tentunya ada pesan positif yang ingin disampaikan,” kata Didimus melalui ponselnya, Selasa (21/4). Ia menyebut kedatangan ini Wapres didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri yang juga anggota Badan Eksekutif Otonomi Khusus Papua termasuk Felix Wanggai selaku Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua.
“Ini memberi pesan penguatan dan semangat untuk kami di daerah terus melakukan pelayanan publik dan kami yakin akan ada perubahan. Pak Wapres juga sampaikan akan memperhatikan pembangunan di Yahukimo dan ini nilai plus yang beliau tinggalkan, semoga,” sambung Didimus.
Sementara terkait kunjungan tersebut, salah satu akademisi Uncen, DR Melyana Pugu S.IP., M.Si menyampaikan bahwa ada pesan yang ingin disampaikan Wapres.
“Ia ingin menyampaikan bahwa negara hadir dan mau kapan dimana saja negara harus ada. Wapres memberi isyarat bahwa Yahukimo yang selama ini dikenal daerah yang rawan namun ia bisa datang langsung dan tidak terjadi apa-apa. Secara tersirat ia ingin menyampaikan bahwa Yahukimo aman,” ungkap Pugu tadi malam.
Apalagi selama berkeliling, ternyata Wapres tidak mengenakan body armor atau rompi anti peluru sebagaimana standart keamanan untuk mendatangi daerah yang dianggap rawan. “Pak Wapres menunjukkan bahwa negara tidak menutup mata, negara peduli makanya sempat berkunjung ke beberapa titik dan tidak harus takut,” tambah Pugu.
Meski begitu, mantan pembantu dekan Fisip ini nampak kaget karena kunjungan ini begitu tiba-tiba dan tak banyak mengetahui.
“Kami mengucap syukur karena agenda yang tertunda dulu kini sudah dijawab. Pak Wapres datang dan melihat langsung. Tentunya ada pesan positif yang ingin disampaikan,” kata Didimus melalui ponselnya, Selasa (21/4). Ia menyebut kedatangan ini Wapres didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri yang juga anggota Badan Eksekutif Otonomi Khusus Papua termasuk Felix Wanggai selaku Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua.
“Ini memberi pesan penguatan dan semangat untuk kami di daerah terus melakukan pelayanan publik dan kami yakin akan ada perubahan. Pak Wapres juga sampaikan akan memperhatikan pembangunan di Yahukimo dan ini nilai plus yang beliau tinggalkan, semoga,” sambung Didimus.
Sementara terkait kunjungan tersebut, salah satu akademisi Uncen, DR Melyana Pugu S.IP., M.Si menyampaikan bahwa ada pesan yang ingin disampaikan Wapres.
“Ia ingin menyampaikan bahwa negara hadir dan mau kapan dimana saja negara harus ada. Wapres memberi isyarat bahwa Yahukimo yang selama ini dikenal daerah yang rawan namun ia bisa datang langsung dan tidak terjadi apa-apa. Secara tersirat ia ingin menyampaikan bahwa Yahukimo aman,” ungkap Pugu tadi malam.
Apalagi selama berkeliling, ternyata Wapres tidak mengenakan body armor atau rompi anti peluru sebagaimana standart keamanan untuk mendatangi daerah yang dianggap rawan. “Pak Wapres menunjukkan bahwa negara tidak menutup mata, negara peduli makanya sempat berkunjung ke beberapa titik dan tidak harus takut,” tambah Pugu.
Meski begitu, mantan pembantu dekan Fisip ini nampak kaget karena kunjungan ini begitu tiba-tiba dan tak banyak mengetahui.