Ditambahkan akademisi lainnya, Marinus Yaung bahwa ia mengapresiasi kedatangan Wapres ke Yahukimo dan daerah-daerah merah atau daerah konflik di senjata di Papua. “Wapres boleh kita asumsikan adalah simbol negara dan negara harus hadir di Papua dalam segala situasi dan kondisi, dan negara tidak perlu takut dan kalah terhadap semua teror dan ancaman kelompok sipil bersenjata,” cecarnya.
Yaung berharap kehadiran Wapres di Yahukimo bisa melihat langsung tantangan pembangunan di wilayah ini. “Mudah-mudahan bisa menjadi bahan usulan kepada Presiden Prabowo dan menteri keuangan agar dana otsus Papua bisa dinaikan lebih besar, dan nilai dana infrastuktur juga lebih ditingkatkan,” imbuhnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ditambahkan akademisi lainnya, Marinus Yaung bahwa ia mengapresiasi kedatangan Wapres ke Yahukimo dan daerah-daerah merah atau daerah konflik di senjata di Papua. “Wapres boleh kita asumsikan adalah simbol negara dan negara harus hadir di Papua dalam segala situasi dan kondisi, dan negara tidak perlu takut dan kalah terhadap semua teror dan ancaman kelompok sipil bersenjata,” cecarnya.
Yaung berharap kehadiran Wapres di Yahukimo bisa melihat langsung tantangan pembangunan di wilayah ini. “Mudah-mudahan bisa menjadi bahan usulan kepada Presiden Prabowo dan menteri keuangan agar dana otsus Papua bisa dinaikan lebih besar, dan nilai dana infrastuktur juga lebih ditingkatkan,” imbuhnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q