Demo Pecah di Waena, Aparat dan Massa Sama-sama Terluka

Dan terkait informasi wakil ketua BEM, Frengky Kabak terkena tembakan, Kapolresta membantah informasi tersebut. Ia menegaskan, dalam pengamanan aksi demonstrasi tersebut, personel Polresta Jayapura Kota tidak menggunakan senjata api. Aparat hanya dibekali senjata dengan laras licin atau pelontar gas air mata untuk mengendalikan situasi di lapangan.

“Kemarin tidak menggunakan senjata api. Semua menggunakan laras licin atau pelontar gas air mata saja. Jadi kalau memang dianggap itu ada, silahkan dibuktikan,” tegasnya, Senin (17/8). Terkait kondisi Frengky Kabak yang dikabarkan mengalami luka, Fredrickus mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab luka tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian juga akan melihat keterangan medis dari dokter sebagai bagian dari proses klarifikasi terhadap informasi yang beredar.”Dari lukanya sendiri kita belum bisa pastikan. Dari keterangan dokter pun juga akan kita dalami lukanya itu karena apa,” katanya. Ia mengakui media sosial memiliki manfaat dalam penyebaran informasi, namun dapat pula dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Bawa 500 Gram Ganja, Pelaku Dibekuk di Padang Bulan

Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih menjelang momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kita lihat isu apa, media sosial ini baik tapi juga kadang-kadang tidak baik juga. Dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk membuat kegelisahan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Dan terkait informasi wakil ketua BEM, Frengky Kabak terkena tembakan, Kapolresta membantah informasi tersebut. Ia menegaskan, dalam pengamanan aksi demonstrasi tersebut, personel Polresta Jayapura Kota tidak menggunakan senjata api. Aparat hanya dibekali senjata dengan laras licin atau pelontar gas air mata untuk mengendalikan situasi di lapangan.

“Kemarin tidak menggunakan senjata api. Semua menggunakan laras licin atau pelontar gas air mata saja. Jadi kalau memang dianggap itu ada, silahkan dibuktikan,” tegasnya, Senin (17/8). Terkait kondisi Frengky Kabak yang dikabarkan mengalami luka, Fredrickus mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab luka tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian juga akan melihat keterangan medis dari dokter sebagai bagian dari proses klarifikasi terhadap informasi yang beredar.”Dari lukanya sendiri kita belum bisa pastikan. Dari keterangan dokter pun juga akan kita dalami lukanya itu karena apa,” katanya. Ia mengakui media sosial memiliki manfaat dalam penyebaran informasi, namun dapat pula dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Festival Colo Sagu Kembali Hadir

Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih menjelang momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kita lihat isu apa, media sosial ini baik tapi juga kadang-kadang tidak baik juga. Dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk membuat kegelisahan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya