Polisi Tetap Bertanggung Jawab Atas Warga Terkena Tembakan

SENTANI-Drama penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe dan proses mengevakuasi Gubernur Papua ke Jakarta sempat membuat ketegangan baik di kota dan kabupaten Jayapura. Khusus di Kabupaten Jayapura polisi terpaksa mengeluarkan tembakan lantaran pendukung Enembe bertindak anarkis.

Total ada empat warga di Sentani Kabupaten Jayapura yang terkena tembakan peluru nyasar milik aparat keamanan saat berupaya untuk menghalau aksi massa.

Satu orang sudah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainya sudah dipulangkan. Sementara satu warga sipil lainya sedang dirawat di RS Bayangkara.

Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Macklarimboen, menegaskan Polres Jayapura dan Polri pada umumnya tetap bertanggung jawab terkait perawatan terhadap korban yang mengalami luka tembak dibagian perut itu.

Baca Juga :  Program 500 Guru OAL Befa-Yemis Dinilai Berhasil

“Tetap menjadi tanggung jawab Kami Polres Jayapura dan Polri pada umumnya sampai dengan sembuh,” ujarnya Sabtu (14/1).

Dikatakan, terkait dengan peristiwa itu,  kenapa gua juga sudah menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa penembakan yang mengorbankan 4 warga sipil itu.  Di samping itu Polres Jayapura juga tetap melakukan pendataan terhadap para personil yang menggunakan senjata api pada saat pengamanan terhadap masa simpatisan dan pendukung Gubernur Papua Non aktif, Lukas Enembe.

“Dari propam polda Papua  sudah melakukan penyelidikan,  Kita masih menunggu proses itu.  Kalau kami kemarin tetap melakukan pendataan terkait dengan personel yang menggunakan senjata,  nanti dari Propam Polda yang melakukan investigasi itu,”ujarnya.(roy/wen)

Baca Juga :  Bupati MInta Ritel Modern Berdayakan Pelaku Usaha Mikro

SENTANI-Drama penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe dan proses mengevakuasi Gubernur Papua ke Jakarta sempat membuat ketegangan baik di kota dan kabupaten Jayapura. Khusus di Kabupaten Jayapura polisi terpaksa mengeluarkan tembakan lantaran pendukung Enembe bertindak anarkis.

Total ada empat warga di Sentani Kabupaten Jayapura yang terkena tembakan peluru nyasar milik aparat keamanan saat berupaya untuk menghalau aksi massa.

Satu orang sudah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainya sudah dipulangkan. Sementara satu warga sipil lainya sedang dirawat di RS Bayangkara.

Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Macklarimboen, menegaskan Polres Jayapura dan Polri pada umumnya tetap bertanggung jawab terkait perawatan terhadap korban yang mengalami luka tembak dibagian perut itu.

Baca Juga :  Angka Stunting Papua Masih di Atas Rata-rata Nasional

“Tetap menjadi tanggung jawab Kami Polres Jayapura dan Polri pada umumnya sampai dengan sembuh,” ujarnya Sabtu (14/1).

Dikatakan, terkait dengan peristiwa itu,  kenapa gua juga sudah menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa penembakan yang mengorbankan 4 warga sipil itu.  Di samping itu Polres Jayapura juga tetap melakukan pendataan terhadap para personil yang menggunakan senjata api pada saat pengamanan terhadap masa simpatisan dan pendukung Gubernur Papua Non aktif, Lukas Enembe.

“Dari propam polda Papua  sudah melakukan penyelidikan,  Kita masih menunggu proses itu.  Kalau kami kemarin tetap melakukan pendataan terkait dengan personel yang menggunakan senjata,  nanti dari Propam Polda yang melakukan investigasi itu,”ujarnya.(roy/wen)

Baca Juga :  12 Tahun Berdiri, Kabupaten Mamberamo Tengah Aman

Berita Terbaru

Artikel Lainnya