Monday, January 19, 2026
23.7 C
Jayapura

Mumpung di Jakarta, Gubernur Temui Sejumlah Menteri

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Papua dalam pengembangan empat komoditas unggulan padi, kakao, kopi, dan sagu. Program tersebut akan didukung dengan pencetakan 10.000 hektare lahan sawah baru, serta peningkatan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi di Kabupaten Jayapura. Dukungan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir.

Pemerintah daerah berencana mendorong pendirian pabrik pengolahan hasil pertanian agar produk-produk Papua bisa memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar nasional.

“Dengan adanya industri hilir dan pelatihan SDM lokal, kami berharap masyarakat Papua tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri,” tambah Fakhiri.

Baca Juga :  Turunnya Dana Tansafer Papua Menghkawatirkan

Pertemuan ini menjadi simbol kuat dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengubah paradigma pembangunan Papua. Dari ketergantungan pada sektor ekstraktif, kini beralih menuju pembangunan berkelanjutan berbasis pangan dan perkebunan. “Dengan semangat kolaborasi tersebut, saya berharap Papua mulai menapaki jalannya menuju kemandirian ekonomi, di mana masyarakatnya bukan hanya penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan dan pengelolaan kekayaan alamnya sendiri,” katanya.

Sementara itu, dikabarkan bahwa gubernur akan ke Papua dalam waktu dekat. Namun sebelum masuk kantor, ia akan melakukan safari terlebih dahulu di Kabupaten Biak dan sekitarnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  John Gobai Pertanyakan Indikator Rencana Lockdown di Papua

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Papua dalam pengembangan empat komoditas unggulan padi, kakao, kopi, dan sagu. Program tersebut akan didukung dengan pencetakan 10.000 hektare lahan sawah baru, serta peningkatan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi di Kabupaten Jayapura. Dukungan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir.

Pemerintah daerah berencana mendorong pendirian pabrik pengolahan hasil pertanian agar produk-produk Papua bisa memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar nasional.

“Dengan adanya industri hilir dan pelatihan SDM lokal, kami berharap masyarakat Papua tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri,” tambah Fakhiri.

Baca Juga :  Soal Beasiswa, Pemkot Juga Angkat Tangan

Pertemuan ini menjadi simbol kuat dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengubah paradigma pembangunan Papua. Dari ketergantungan pada sektor ekstraktif, kini beralih menuju pembangunan berkelanjutan berbasis pangan dan perkebunan. “Dengan semangat kolaborasi tersebut, saya berharap Papua mulai menapaki jalannya menuju kemandirian ekonomi, di mana masyarakatnya bukan hanya penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan dan pengelolaan kekayaan alamnya sendiri,” katanya.

Sementara itu, dikabarkan bahwa gubernur akan ke Papua dalam waktu dekat. Namun sebelum masuk kantor, ia akan melakukan safari terlebih dahulu di Kabupaten Biak dan sekitarnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Saatnya Menjadi Perhatian Serius Provinsi Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya