14 Pelaku Kerusuhan di Stadion LE Ditahan

Dalam pengamanan laga tersebut, Polda Papua menurunkan total 850 personel. Jumlah itu meningkat dari rencana awal sebanyak 700 personel, ditambah pasukan cadangan yang disiagakan di jalur penyangga dari arah Keerom maupun Kota Jayapura. Polda Papua kini masih memprioritaskan pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara pertandingan serta paguyuban suporter guna mengidentifikasi pelaku tindak pidana lainnya,” pungkas Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos usai kerusuhan pada Sabtu (9/5) sejumlah fasilitas stadion dan kendaraan milik warga banyak yang dirusak dan dibakar. Artur, salah satu penjaga stadion, menyayangkan aksi perusakan yang dilakukan massa usai pertandingan.

Baca Juga :  Perayaan 100 Tahun Aitumeri Jadi Kompas Moral Pembangunan Tanah Papua

Menurutnya, sejumlah fasilitas stadion rusak akibat amukan oknum penonton. “Selain kursi-kursi stadion yang dicabut dan dipakai untuk melempar, pos penjagaan, portal masuk dan keluar hingga kaca-kaca juga dirusak. Puluhan kendaraan ikut dibakar,” ujarnya.

Ia menilai aset bernilai besar yang seharusnya dijaga bersama justru menjadi sasaran amuk massa. “Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Tadi malam memang ada polisi, tetapi situasi massa yang membabi buta sulit dikendalikan,” katanya.

Kericuhan membuat para suporter dan warga yang berada di lokasi panik berhamburan menyelamatkan diri. Sejumlah pemilik kendaraan bahkan tidak sempat menyelamatkan kendaraannya karena terjebak di tengah kerumunan massa.

“Banyak yang lari menyelamatkan diri. Ada kendaraan yang ditinggal karena pemiliknya panik, akhirnya ikut terbakar,” tambahnya. (rel/ana/tri)

Baca Juga :  TNI Tak Inginkan Pertumpahan Darah

Dalam pengamanan laga tersebut, Polda Papua menurunkan total 850 personel. Jumlah itu meningkat dari rencana awal sebanyak 700 personel, ditambah pasukan cadangan yang disiagakan di jalur penyangga dari arah Keerom maupun Kota Jayapura. Polda Papua kini masih memprioritaskan pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara pertandingan serta paguyuban suporter guna mengidentifikasi pelaku tindak pidana lainnya,” pungkas Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos usai kerusuhan pada Sabtu (9/5) sejumlah fasilitas stadion dan kendaraan milik warga banyak yang dirusak dan dibakar. Artur, salah satu penjaga stadion, menyayangkan aksi perusakan yang dilakukan massa usai pertandingan.

Baca Juga :  Perayaan 100 Tahun Aitumeri Jadi Kompas Moral Pembangunan Tanah Papua

Menurutnya, sejumlah fasilitas stadion rusak akibat amukan oknum penonton. “Selain kursi-kursi stadion yang dicabut dan dipakai untuk melempar, pos penjagaan, portal masuk dan keluar hingga kaca-kaca juga dirusak. Puluhan kendaraan ikut dibakar,” ujarnya.

Ia menilai aset bernilai besar yang seharusnya dijaga bersama justru menjadi sasaran amuk massa. “Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Tadi malam memang ada polisi, tetapi situasi massa yang membabi buta sulit dikendalikan,” katanya.

Kericuhan membuat para suporter dan warga yang berada di lokasi panik berhamburan menyelamatkan diri. Sejumlah pemilik kendaraan bahkan tidak sempat menyelamatkan kendaraannya karena terjebak di tengah kerumunan massa.

“Banyak yang lari menyelamatkan diri. Ada kendaraan yang ditinggal karena pemiliknya panik, akhirnya ikut terbakar,” tambahnya. (rel/ana/tri)

Baca Juga :  Jika Bandara Antariksa Tak jadi di Bangun di Biak, Orang Biak yang Rugi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya