Friday, April 12, 2024
25.7 C
Jayapura

TNI Tak Inginkan Pertumpahan Darah

Pembebasan Pilot Susi Air

JAYAPURA–Di tengah pergantian Panglima Kodam XVII Cenderawasih, dari Mayjen TNI Saleh Mustafa kepada Mayjen TNI Izak Pangemanan ada sebuah pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, yakni membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogoya cs.

Pasalnya KKB pimpinan Egianus Kogoya menawan sandera Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens sejak tanggal 7 Februari lalu, kemudian membakar pesawat Susi Air di lapangan terbang Paro Nduga, belum lagi sudah banyak anggota TNI yang berguguran.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang hal ini Jenderal bintang dua ini mengatakan penanganan pilot Susi Air tetap berjalan dan pihaknya tidak menghendaki ada pertumpahan darah sebab satu tetes darah akan membakar permasalahan yang lain.

Baca Juga :  Peduli Pengungsi Intan Jaya, Demokrat Papua Beri Bantuan Sembako

Karenanya ia menyatakan akan mengedepankan komunikasi yang baik. “Pembebasan pilot akan terus diupayakan dan dari sini kita akan belajar terutama mereka yang melakukan penyanderaan bahwa mereka harus belajar bahwa mereka melakukan satu tindakan yang menimbulkan banyak kerugian.

Saya melihat proses penyelesaian masalah di Papua perlu melibatkan semua, tak hanya Forkopimda tetapi juga tokoh ágama dan tokoh local lainnya,” beber Izak.

Pihak TNI dikatakan akan berperan sebagai jembatan, menjembatani dua pemikiran yang sedang tidak sepaham yakni NKRI dan OPM. TNI akan menggunakan jembatan kenali masyarakatmu dan permasalahannya. Datangi dan tanyakan mengapa persoalan itu terjadi kemudian layani dan berikan solusi.

“Ini yang akan terus kami lakukan. Kami juga akan menjadi mediator, jika ada masyarakat memiliki kesulitan maka kami siap menjadi mediator menyampaikan kepada pihak terkait,” imbuhnya. (ade/wen)

Baca Juga :  Tahun ini, Kodim Mappi Mulai Dibangun

Pembebasan Pilot Susi Air

JAYAPURA–Di tengah pergantian Panglima Kodam XVII Cenderawasih, dari Mayjen TNI Saleh Mustafa kepada Mayjen TNI Izak Pangemanan ada sebuah pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, yakni membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogoya cs.

Pasalnya KKB pimpinan Egianus Kogoya menawan sandera Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens sejak tanggal 7 Februari lalu, kemudian membakar pesawat Susi Air di lapangan terbang Paro Nduga, belum lagi sudah banyak anggota TNI yang berguguran.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang hal ini Jenderal bintang dua ini mengatakan penanganan pilot Susi Air tetap berjalan dan pihaknya tidak menghendaki ada pertumpahan darah sebab satu tetes darah akan membakar permasalahan yang lain.

Baca Juga :  Pengamanan Malam Natal Libatkan Remaja Masjid

Karenanya ia menyatakan akan mengedepankan komunikasi yang baik. “Pembebasan pilot akan terus diupayakan dan dari sini kita akan belajar terutama mereka yang melakukan penyanderaan bahwa mereka harus belajar bahwa mereka melakukan satu tindakan yang menimbulkan banyak kerugian.

Saya melihat proses penyelesaian masalah di Papua perlu melibatkan semua, tak hanya Forkopimda tetapi juga tokoh ágama dan tokoh local lainnya,” beber Izak.

Pihak TNI dikatakan akan berperan sebagai jembatan, menjembatani dua pemikiran yang sedang tidak sepaham yakni NKRI dan OPM. TNI akan menggunakan jembatan kenali masyarakatmu dan permasalahannya. Datangi dan tanyakan mengapa persoalan itu terjadi kemudian layani dan berikan solusi.

“Ini yang akan terus kami lakukan. Kami juga akan menjadi mediator, jika ada masyarakat memiliki kesulitan maka kami siap menjadi mediator menyampaikan kepada pihak terkait,” imbuhnya. (ade/wen)

Baca Juga :  KPK Cegah Empat Orang ke Luar Negeri

Berita Terbaru

Artikel Lainnya