“Karena takut dan tidak merasa aman, masyarakat memilih mengungsi ke distrik-distrik terdekat,” ujar sumber tersebut, yang disampaikan melalui Pembela HAM Papua, Theo Hesegem, Jumat (6/2).
Distrik Kembru sendiri terdiri atas tujuh kampung, dan dilaporkan empat kampung di antaranya terdampak langsung oleh situasi keamanan yang berkembang. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi terbatas.
Theo Hesegem menyampaikan, para pengungsi berharap situasi keamanan segera kondusif agar mereka dapat kembali ke kampung halaman. Hal itu disampaikan Theo berdasarkan komunikasi dengan warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Masyarakat ingin segera pulang, tetapi hanya jika kondisi benar-benar aman,” kata Theo.
Dalam sebuah rekaman video berdurasi sekitar 2 menit 40 detik yang diterima redaksi, seorang pria yang mengaku sebagai pengungsi menyampaikan tiga hal utama. Pertama, mereka mengungsi karena merasa terpaksa demi keselamatan. Kedua, mereka berharap dapat kembali ke kampung halaman apabila situasi keamanan membaik. Ketiga, mereka meminta bantuan bahan makanan selama berada di pengungsian.
Theo Hesegem yang juga mewakili Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyatakan keprihatinan atas kondisi warga sipil di Distrik Kembru. Menurutnya, situasi pengungsian akibat konflik bersenjata bukanlah hal baru di Papua dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Karena takut dan tidak merasa aman, masyarakat memilih mengungsi ke distrik-distrik terdekat,” ujar sumber tersebut, yang disampaikan melalui Pembela HAM Papua, Theo Hesegem, Jumat (6/2).
Distrik Kembru sendiri terdiri atas tujuh kampung, dan dilaporkan empat kampung di antaranya terdampak langsung oleh situasi keamanan yang berkembang. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi terbatas.
Theo Hesegem menyampaikan, para pengungsi berharap situasi keamanan segera kondusif agar mereka dapat kembali ke kampung halaman. Hal itu disampaikan Theo berdasarkan komunikasi dengan warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Masyarakat ingin segera pulang, tetapi hanya jika kondisi benar-benar aman,” kata Theo.
Dalam sebuah rekaman video berdurasi sekitar 2 menit 40 detik yang diterima redaksi, seorang pria yang mengaku sebagai pengungsi menyampaikan tiga hal utama. Pertama, mereka mengungsi karena merasa terpaksa demi keselamatan. Kedua, mereka berharap dapat kembali ke kampung halaman apabila situasi keamanan membaik. Ketiga, mereka meminta bantuan bahan makanan selama berada di pengungsian.
Theo Hesegem yang juga mewakili Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyatakan keprihatinan atas kondisi warga sipil di Distrik Kembru. Menurutnya, situasi pengungsian akibat konflik bersenjata bukanlah hal baru di Papua dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.