Ia menambahkan bahwa semua pihak pasti tidak menginginkan kejadian seperti itu terjadi. “Tetapi kami, pihak RS memahami peristiwa itu apalagi situasi kedukaan.” Pungkasnya.
Sementara itu, secara terpisah Kapolsek Heram Iptu Bernardus Yunus Ick, mengatakan keributan yang terjadi di Rumah Sakit Dian Harapan, Rabu (4/7) kemarin terjadi karena kesalapahaman. Dimana pihak keluarga dari Pdt. Tilas Mom, secara spontan terbawa suasana duka, mengamuk karena kehilangan Pendeta tersebut yang meninggal di RS Dian Harapan.
Sayangnya kondisi itupun tidak dapat dikendalikan, sehingga menyebabkan sejumlah fasilitas rumah sakit mengalami rusak parah akibat kena lemaparan batu dari keluarga almarhum. “Meski sempat mencekam, namun tidak berlangsung lama, karena Kami langsung turun ke TKP untuk mengamankan situasi,” ujar Kapolsek Heram, Kamis (4/7).
Peristiwa itupun kata Yunus tidak dilanjutkan ke proses hukum, pasalnya kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai. Bahkan, pihak RS Dian Harapan pun mengaku memaafkan pelaku. ” Setelah kributan itu terjadi, kedua belahpihak langsung berdamai, sehingga dengan begitu kasusnya di hentikan,” katanya.
Lebih lanjut, pasca keributan itu terjadi situasi di Wilayah Hukum Polsek Heram, khususnya di sekitar rumah sakit kembali kondusif. Akfitifas di rumah sakitpun kembali berjalan normal. “Semua aman, tidak ada gangguan karena ini murni karena kesalahpahaman saja,” tuturnya.
Diapun mengimbau kepada masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang beredar, sebab situasi di Heram saat ini sudah kembali kondusif. “Semua aman tidak boleh sebar isu hoax, karena akan meresahkan masyarakat, kami pastikan situasi Heram saat ini aman dan kondusif,” tegasnya. (kar/rel)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos