27 Amunisi Aktif dan Senjata Rakitan Diamankan di Lokasi

Iptu Bertu Haridyka ( FOTO: Humas Polda)

Penembakan Truk TNI Masih Diselidiki 

JAYAPURA- Satuan Tugas (Satgas) Gakkum Nemangkawi dan Reskrim Polres Keerom mengembangkan penyelidikan atas penembakan truk milik Kodim 1701/Jayapura yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Jefri Pagawak yang terjadi, 29 Februari 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Bertu Haridyka menerangkan, kasus penembakan oleh KKB tersebut berawal saat truk dinas Milik Kodim 1701/Jpr yang dikemudikan Kopda Suprapdi Wibowo kembali dari kampung Kibay, Distrik Arso Timur mengantarkan bahan bangunan untuk pembangunan gedung gereja baru di kampung tersebut.

“Truk ditembak di jembatan sebelum tanjakan ke Kampung Kibay, Truk ditembak dari sisi kiri sebanyak 7 kali yang menyebabkan Kopda Suprapdi Wibowo dan dua rekannya langsung keluar dari truk kemudian mengamankan diri dan meminta bantuan ke Pos TNI terdekat,” ungkap Iptu Bertu, Kamis (2/4).

Baca Juga :  Kasus Positif dan Sembuh Bertambah

Dikatakan, penembakan tersebut mengakibatkan Serka Hendrik Pramanta, mengalami luka pada bagian leher kiri dan lengan bagian kiri akibat serpihan kaca dan rekoset proyektil. Sementara Kopda Suprapdi Wibowo mengalami luka pada lengan sebelah kanan akibat rekoset proyektil.

“Setelah dilakukan pengejaran dan penyisiran oleh anggota Pos TNI di tempat kejadian, anggota TNI berhasil mendapati barang bukti. Berupa, satu senjata rakitan double loop, satu amunisi double loop yang sudah dipakai, dua parang, satu magasin M-16, 27 amunisi aktif kaliber 5,56 mm, lima selongsong amunisi 5,56 mm dan dua selongsong amunisi kaliber 7,62 mm,” tuturnya.

Sementara pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan oleh Satreskrim Polres Keerom dan Satgas Gakkum OPS nemangkawi, untuk pengembangan penyelidikan masih terus dilakukan.  (fia/nat)

Baca Juga :  38 Penumpang KM Gunung Dempo Dirapid Antigen
Iptu Bertu Haridyka ( FOTO: Humas Polda)

Penembakan Truk TNI Masih Diselidiki 

JAYAPURA- Satuan Tugas (Satgas) Gakkum Nemangkawi dan Reskrim Polres Keerom mengembangkan penyelidikan atas penembakan truk milik Kodim 1701/Jayapura yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Jefri Pagawak yang terjadi, 29 Februari 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Bertu Haridyka menerangkan, kasus penembakan oleh KKB tersebut berawal saat truk dinas Milik Kodim 1701/Jpr yang dikemudikan Kopda Suprapdi Wibowo kembali dari kampung Kibay, Distrik Arso Timur mengantarkan bahan bangunan untuk pembangunan gedung gereja baru di kampung tersebut.

“Truk ditembak di jembatan sebelum tanjakan ke Kampung Kibay, Truk ditembak dari sisi kiri sebanyak 7 kali yang menyebabkan Kopda Suprapdi Wibowo dan dua rekannya langsung keluar dari truk kemudian mengamankan diri dan meminta bantuan ke Pos TNI terdekat,” ungkap Iptu Bertu, Kamis (2/4).

Baca Juga :  Hingga Juli 2025, Ada 119 Janda Baru di Timika

Dikatakan, penembakan tersebut mengakibatkan Serka Hendrik Pramanta, mengalami luka pada bagian leher kiri dan lengan bagian kiri akibat serpihan kaca dan rekoset proyektil. Sementara Kopda Suprapdi Wibowo mengalami luka pada lengan sebelah kanan akibat rekoset proyektil.

“Setelah dilakukan pengejaran dan penyisiran oleh anggota Pos TNI di tempat kejadian, anggota TNI berhasil mendapati barang bukti. Berupa, satu senjata rakitan double loop, satu amunisi double loop yang sudah dipakai, dua parang, satu magasin M-16, 27 amunisi aktif kaliber 5,56 mm, lima selongsong amunisi 5,56 mm dan dua selongsong amunisi kaliber 7,62 mm,” tuturnya.

Sementara pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan oleh Satreskrim Polres Keerom dan Satgas Gakkum OPS nemangkawi, untuk pengembangan penyelidikan masih terus dilakukan.  (fia/nat)

Baca Juga :  Gubernur Papua: Saya Punya Hak Berobat, Negara Tidak Dirugikan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya