“Ada dua yang diamankan dan ada juga dua aparat yang terluka,” sambung Kapolresta. Namun data yang diperoleh Cenderawasih Pos diketahui ada tiga nama yang diamankan yakni Enias Enembe, Mikael Obaipa dan Apniel Jagani. Disinggung soal momennya aksi tersebut dikatakan Polisi masih mendalami sebab memang tak ada pemberitahuan sebelumnya. “Kami juga masih berkomunikasi dengan kampus untuk mengidentifikasi,” tambah Kapolres.
Sementara Dandim 1701/JPR, Letkol Inf Tommy Yudistyo menyampaikan bahwa dari Kodim sendiri telah menyiapkan 1 SSK dan di Zipur sidiagakan 1 SSK namun pasukan ini tidak diturunkan karena situasi bisa dikendalikan. “Kami pada prinsipnya siap membackup dan bersama pihak kepolisian saling mendukung dalam penanganan,” singkat Tommy.
Dampak dari ini juga Puskesmas Waena dan sekolah disekitar akhirnya menghentikan pelayanan. “Tadi pelayanan kami hentikan pas jam 2 siang karena kejadiannya persis di depan puskesmas sehingga tidak mungkin pasien datang dan ditangani dalam kondisi seperti itu,” singkat seorang petugas medis. Situasi kembali normal sekira pukul 15.05 WIT setelah dilakukan komunikasi dan massa kemudian memilih mundur dan meninggalkan ban yang terbakar serta pecahan botol yang berserakan di badan jalan. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Ada dua yang diamankan dan ada juga dua aparat yang terluka,” sambung Kapolresta. Namun data yang diperoleh Cenderawasih Pos diketahui ada tiga nama yang diamankan yakni Enias Enembe, Mikael Obaipa dan Apniel Jagani. Disinggung soal momennya aksi tersebut dikatakan Polisi masih mendalami sebab memang tak ada pemberitahuan sebelumnya. “Kami juga masih berkomunikasi dengan kampus untuk mengidentifikasi,” tambah Kapolres.
Sementara Dandim 1701/JPR, Letkol Inf Tommy Yudistyo menyampaikan bahwa dari Kodim sendiri telah menyiapkan 1 SSK dan di Zipur sidiagakan 1 SSK namun pasukan ini tidak diturunkan karena situasi bisa dikendalikan. “Kami pada prinsipnya siap membackup dan bersama pihak kepolisian saling mendukung dalam penanganan,” singkat Tommy.
Dampak dari ini juga Puskesmas Waena dan sekolah disekitar akhirnya menghentikan pelayanan. “Tadi pelayanan kami hentikan pas jam 2 siang karena kejadiannya persis di depan puskesmas sehingga tidak mungkin pasien datang dan ditangani dalam kondisi seperti itu,” singkat seorang petugas medis. Situasi kembali normal sekira pukul 15.05 WIT setelah dilakukan komunikasi dan massa kemudian memilih mundur dan meninggalkan ban yang terbakar serta pecahan botol yang berserakan di badan jalan. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q