Sejak Januari, Tiga Kali Penyelundupan Amunisi ke Nduga Digagalkan

AKBP Toni Ananda ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Dalam tujuh bulan terakhir atau terhitung sejak Januari hingga Juli 2019,  personel Polres Jayawijaya telah menggagalkan tiga kali upaya penyelundupan amunisi, dari luar daerah menuju ke Jayawijaya melalui Bandara Wamena.

Adapun rincian penyelundupan amunisi pertama yakni sebanyak 35 butir. Kasus kedua 60 butir amunisi dan terakhir aparat Kepolisian menggagalkan penyelundupan  80 butir amunisi dan satu magasen peluru jenis SS1 di salah satu gudang barang, Bandara Wamena, pekan ini.

Amunisi tersebut diketahui milik oknum mahasiswa berinisial  RJOW. Kapolres Jayawijaya AKBP Tony Ananda Swadaya mengaku untuk mempersempit penyelundupan amunisi serta benda tajam lainnya, Polres Jayawijaya telah bekerja sama dengan pihak bandara dalam hal pengawasan.

Baca Juga :  Kesal, Ayah Aniaya Anak Kandung Hingga Patah Kaki

“Selain itu kami juga rutin melakukan sweeping di jalan trans Papua. Patroli kami perkuat dengan berkoordinasi Polres Lanny Jaya dan Tolikara,” ucap Toni Ananda saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (1/8).

Disinggung kemungkinan keterlibatan oknum anggota dalam penyelundunan 3 kasus amunisi melalui Bandara Wamena, Toni Ananda mengaku sejauh ini belum ditemukan adanya keterlibatan oknum anggota.

Namun, jika ia menemukan ada keterlibatan anggotanya dalam kasus penyelundupan amunisi tersebut, maka akan ditindak tegas.

 “Jika ada keterlibatan anggota saya, akan saya proses hukum. Bahkan bila perlu kami hukum seberat-beratya, karena itu adalah pengkhianat,” tegas Kapolres.

Ditambahkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, penyelundupan amunisi melalui Bandara Wamena  diduga akan dibawa ke Kabupaten Nduga. (fia/nat) 

Baca Juga :  Apresiasi Langkah Komisi IV DPR RI dan KLHK Turun ke Timika 
AKBP Toni Ananda ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Dalam tujuh bulan terakhir atau terhitung sejak Januari hingga Juli 2019,  personel Polres Jayawijaya telah menggagalkan tiga kali upaya penyelundupan amunisi, dari luar daerah menuju ke Jayawijaya melalui Bandara Wamena.

Adapun rincian penyelundupan amunisi pertama yakni sebanyak 35 butir. Kasus kedua 60 butir amunisi dan terakhir aparat Kepolisian menggagalkan penyelundupan  80 butir amunisi dan satu magasen peluru jenis SS1 di salah satu gudang barang, Bandara Wamena, pekan ini.

Amunisi tersebut diketahui milik oknum mahasiswa berinisial  RJOW. Kapolres Jayawijaya AKBP Tony Ananda Swadaya mengaku untuk mempersempit penyelundupan amunisi serta benda tajam lainnya, Polres Jayawijaya telah bekerja sama dengan pihak bandara dalam hal pengawasan.

Baca Juga :  Program IJPN Edukatif Perkenalkan Teknik Penulisan Berita Kepada Pemuda Papua

“Selain itu kami juga rutin melakukan sweeping di jalan trans Papua. Patroli kami perkuat dengan berkoordinasi Polres Lanny Jaya dan Tolikara,” ucap Toni Ananda saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (1/8).

Disinggung kemungkinan keterlibatan oknum anggota dalam penyelundunan 3 kasus amunisi melalui Bandara Wamena, Toni Ananda mengaku sejauh ini belum ditemukan adanya keterlibatan oknum anggota.

Namun, jika ia menemukan ada keterlibatan anggotanya dalam kasus penyelundupan amunisi tersebut, maka akan ditindak tegas.

 “Jika ada keterlibatan anggota saya, akan saya proses hukum. Bahkan bila perlu kami hukum seberat-beratya, karena itu adalah pengkhianat,” tegas Kapolres.

Ditambahkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, penyelundupan amunisi melalui Bandara Wamena  diduga akan dibawa ke Kabupaten Nduga. (fia/nat) 

Baca Juga :  Pelatihan Jurnalistik Pemkab Keerom-Cepos Digelar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya