MIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru) berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku kasus pencurian disertai kekerasan (Curas) yang mengakibatkan tangan seorang pemuda di Mimika putus. Kejadian itu terjadi di Jalan Bougenville Timika, Rabu 28 Januari 2026, malam.
“Untuk pelakunya sendiri sudah teridentifikasi, kita sudah tahu, cuma dia masih sembunyi sekarang, tinggal kita angkut (tangkap,red) saja,” kata Kanit Reskrim Polsek Miru, Ipda Teguh Krisandi Fardha saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/1) sore.
Lanjut dikatakan, Unit Reskrim Polsek Miru kini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik tindakan yang dilakukan oleh para pelaku.
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi, jumlah pelaku yang melakukan kejahatan itu sebanyak empat orang. Teguh menambahkan, saksi saat dimintai keterangan juga mengaku tidak mengenali para pelaku sehingga kepolisian belum dapat menyimpulkan apa motif dari tindakan tersebut.
Sedangkan, untuk korban yang lengannya putus sampai saat ini belum dapat dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
“Korban tangan putus ini kita belum mintai keterangan. Untuk jumlah korban masing-masing ada empat orang, termasuk yang tangannya putus,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok pemuda menjadi korban penyerangan brutal di Jalan Bougenville Timika, Mimika, Papua Tengah pada Rabu malam. Salah seorang saksi berinisial AA alias Ian kepada polisi ketika dimintai keterangan menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.25 WIT. Saat itu, ia bersama sekitar enam orang rekannya sedang bersantai di depan Ruko Tiga Putra sambil minum es teh.