MERAUKE– Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia meminta jika ada menggelar nonton bareng terkait dengan Film Pesta Babi agar pihaknya juga diundang untuk sama-sama menyaksikan film tersebut. ‘’Kalau ada, yang nonton bareng, undang kami untuk sama-sama menonton kemudian kita diskusi dengan forum terbuka. Kita siap,’’ tandas Pangdam XXIV Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menanggapi pertanyaan wartawan seusai meresmikan Rehabilitasi Panti Asuhan Abba Merauke, Jumat (29/5).
Pangdam menengaskan, pihaknya tidak melakukan pelarangan ketika ada yang mau putar dan nonton bareng. Bahkan dia mengimbau jika ada yang mau menggelar nonton bareng untuk ikut mengundang pihaknya. ‘’Sekali lagi, kalau ada masyarakat yang menonton Film Pesta Babi, undanglah kami dan marilah kita berdiskusi seperti di tempat lain. Duduk setelah menonton, ayo mari kita disksusi,’’ pintanya.
Dikatakan Pangdam, film pesta babi tersebut adalah sebuah video yang ada benar dan ada salahnya. ‘’Dan kalau kita yang ada di lokasi dan bersama-sama dengan masyarakat menurut saya, film itu banyak kelirunya,’’ katanya. Pangdam menyoroti keterlibatan Mama Sinta dalam Film Pesta Babi tersebut. Karena yang menjadi pertanyaan, apakah Mama Sinta punya hak ulayat di lokasi tersebut atau tidak.
‘’Pertanyaan saya, apakah mama Sinta mempunyai hak ulayat di situ. Kan tidak ada sama sekali. Tapi yang menjadi aktor beliau. Iya kan. Kalau tidak punya hak ulayat di situ dan menjadi aktor, mohon maaf saja. Bisa dalam tanda kutip, ada apa dibalik itu. Rekan-rekan wartawan yang bisa menjawabnya,’’ katanya.
Di satu sisi, lanjut jenderal bintang dua tersebut, yang punya hak uulayat sudah bisa menerima adat dan sudah bisa membuat acara dan sudah berjalan.
Dikatakan, maksud dan perintah pemerintah pusat sangat luar biasa. Karena sekian puluh triliun begitu besar anggaran untuk memajukan Provinsi Papua Selatan.
MERAUKE– Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia meminta jika ada menggelar nonton bareng terkait dengan Film Pesta Babi agar pihaknya juga diundang untuk sama-sama menyaksikan film tersebut. ‘’Kalau ada, yang nonton bareng, undang kami untuk sama-sama menonton kemudian kita diskusi dengan forum terbuka. Kita siap,’’ tandas Pangdam XXIV Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menanggapi pertanyaan wartawan seusai meresmikan Rehabilitasi Panti Asuhan Abba Merauke, Jumat (29/5).
Pangdam menengaskan, pihaknya tidak melakukan pelarangan ketika ada yang mau putar dan nonton bareng. Bahkan dia mengimbau jika ada yang mau menggelar nonton bareng untuk ikut mengundang pihaknya. ‘’Sekali lagi, kalau ada masyarakat yang menonton Film Pesta Babi, undanglah kami dan marilah kita berdiskusi seperti di tempat lain. Duduk setelah menonton, ayo mari kita disksusi,’’ pintanya.
Dikatakan Pangdam, film pesta babi tersebut adalah sebuah video yang ada benar dan ada salahnya. ‘’Dan kalau kita yang ada di lokasi dan bersama-sama dengan masyarakat menurut saya, film itu banyak kelirunya,’’ katanya. Pangdam menyoroti keterlibatan Mama Sinta dalam Film Pesta Babi tersebut. Karena yang menjadi pertanyaan, apakah Mama Sinta punya hak ulayat di lokasi tersebut atau tidak.
‘’Pertanyaan saya, apakah mama Sinta mempunyai hak ulayat di situ. Kan tidak ada sama sekali. Tapi yang menjadi aktor beliau. Iya kan. Kalau tidak punya hak ulayat di situ dan menjadi aktor, mohon maaf saja. Bisa dalam tanda kutip, ada apa dibalik itu. Rekan-rekan wartawan yang bisa menjawabnya,’’ katanya.
Di satu sisi, lanjut jenderal bintang dua tersebut, yang punya hak uulayat sudah bisa menerima adat dan sudah bisa membuat acara dan sudah berjalan.
Dikatakan, maksud dan perintah pemerintah pusat sangat luar biasa. Karena sekian puluh triliun begitu besar anggaran untuk memajukan Provinsi Papua Selatan.