Monday, January 12, 2026
25.9 C
Jayapura

Tak SeriusiĀ  Stunting, Penjabat Kepala Daerah Diganti

JAYAPURA-Plh. Gubenur Papua, Ridwan Rumasukun menyampaikan pesan kepada seluruh Penjabat kepala daerah di tingkat kota dan kabupaten se-Provinsi Papua supaya dalam menjalankan tugasnya sebagai penjabat kepala daerah wajib untuk menekan angka stunting di masing-masing daerah.

Ini menjadi salah satu pertimbangkan besar bagi pemerintah pusat untuk tetap mempertahankan atau melanjutkan kepemimpinan penjabat kepala daerah di satu daerah saat ini atau harus diberhentikan.

“Kepala daerah yang PJ itu dinilai dari keberhasilan dalam menangani stunting.Ā  bapak ibu sebagai PJ, bisa lanjut atau tidak dari stuntingnya dan itu adalah penekanan dari pak presiden. Oleh karena itu bagi PJ bupati yang tidak hadir tolong disampaikan, karena ini bukan pesan saya, pesan pak presiden dan menteri dalam negeri, tolong dicermati dengan baik dan dilaksanakan,” kata Plh. Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, dalam sambutanya saat membuka kegiatan rembuk stunting tingkat propinsi Papua, yang dihadiri oleh sembilan kabupaten kota se-Provinsi Papua, Rabu (2/8).

Baca Juga :  Disayangkan Tak Tersedia APAR, Meski Damkar Seringkali Mengingatkan

Ā Ā  Dia menekankan, tanggung jawab untuk menekan angka stunting ini merupakan tanggung jawab bersama dan semua stakeholder di masing-masing daerah di Provinsi Papua.

“Yang ingin saya sampaikan kepada kita semua bahwa permasalahan stunting adalah tanggung jawab bersama, tanggung jawab semua stakeholder yang hadir pada saat ini. Oleh sebab itu, saya menekankan kepada komunikasi yang intens untuk merealisasikan komitmen bersama, menurunkan angka stunting di Provinsi Papua, di kabupaten/ kota,”harapnya.

Ā Ā  Lanjut dia, melalui forumĀ  itu merupakan bagian dari tanggung jawabĀ  bersama untuk menghilangkan stunting untuk mengantisipasi dan menangani permasalahan stunting di Provinsi Papua.

Ā  Karena itu, Pemerintah provinsi Papua melaksanakan kegiatan rembuk stunting untuk menyampaikan rencana Program kegiatan yang dilakukan oleh SKPD teknis terkait, di tingkat provinsi kepada seluruh stakeholder di Provinsi Papua dan untuk menggalang komitmen dari berbagai stakeholder di tingkat provinsi Papua dan kabupaten kota.

Baca Juga :  Ngebom Ikan di Perairan Hamadi, Pelaku Dibekuk

Ā  Lokus stunting di Provinsi Papua setelah rembuk stunting ini akan dilanjutkan lagi dengan penilaian kinerja konvergensi stunting kabupaten/kota, sebagai wujud evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi stunting dan bentuk penghargaan kepada Kabupaten kota.

Ā Ā  “Oleh sebab itu saya menekankan kepada komunikasi yang intens untuk merealisasikan komitmen bersama, menurunkan angka stunting di Provinsi Papua, di kabupaten, kota,” pungkasnya. (roy/tri)

JAYAPURA-Plh. Gubenur Papua, Ridwan Rumasukun menyampaikan pesan kepada seluruh Penjabat kepala daerah di tingkat kota dan kabupaten se-Provinsi Papua supaya dalam menjalankan tugasnya sebagai penjabat kepala daerah wajib untuk menekan angka stunting di masing-masing daerah.

Ini menjadi salah satu pertimbangkan besar bagi pemerintah pusat untuk tetap mempertahankan atau melanjutkan kepemimpinan penjabat kepala daerah di satu daerah saat ini atau harus diberhentikan.

“Kepala daerah yang PJ itu dinilai dari keberhasilan dalam menangani stunting.Ā  bapak ibu sebagai PJ, bisa lanjut atau tidak dari stuntingnya dan itu adalah penekanan dari pak presiden. Oleh karena itu bagi PJ bupati yang tidak hadir tolong disampaikan, karena ini bukan pesan saya, pesan pak presiden dan menteri dalam negeri, tolong dicermati dengan baik dan dilaksanakan,” kata Plh. Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, dalam sambutanya saat membuka kegiatan rembuk stunting tingkat propinsi Papua, yang dihadiri oleh sembilan kabupaten kota se-Provinsi Papua, Rabu (2/8).

Baca Juga :  Sebelum Akhiri Tugas, Dewan Target Tetapkan APBD 2025

Ā Ā  Dia menekankan, tanggung jawab untuk menekan angka stunting ini merupakan tanggung jawab bersama dan semua stakeholder di masing-masing daerah di Provinsi Papua.

“Yang ingin saya sampaikan kepada kita semua bahwa permasalahan stunting adalah tanggung jawab bersama, tanggung jawab semua stakeholder yang hadir pada saat ini. Oleh sebab itu, saya menekankan kepada komunikasi yang intens untuk merealisasikan komitmen bersama, menurunkan angka stunting di Provinsi Papua, di kabupaten/ kota,”harapnya.

Ā Ā  Lanjut dia, melalui forumĀ  itu merupakan bagian dari tanggung jawabĀ  bersama untuk menghilangkan stunting untuk mengantisipasi dan menangani permasalahan stunting di Provinsi Papua.

Ā  Karena itu, Pemerintah provinsi Papua melaksanakan kegiatan rembuk stunting untuk menyampaikan rencana Program kegiatan yang dilakukan oleh SKPD teknis terkait, di tingkat provinsi kepada seluruh stakeholder di Provinsi Papua dan untuk menggalang komitmen dari berbagai stakeholder di tingkat provinsi Papua dan kabupaten kota.

Baca Juga :  Polres Yapen Bekuk 2 Pelaku Pencurian di Gereja Khatolik Santa Bunda Maria

Ā  Lokus stunting di Provinsi Papua setelah rembuk stunting ini akan dilanjutkan lagi dengan penilaian kinerja konvergensi stunting kabupaten/kota, sebagai wujud evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi stunting dan bentuk penghargaan kepada Kabupaten kota.

Ā Ā  “Oleh sebab itu saya menekankan kepada komunikasi yang intens untuk merealisasikan komitmen bersama, menurunkan angka stunting di Provinsi Papua, di kabupaten, kota,” pungkasnya. (roy/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya