Monday, January 12, 2026
32 C
Jayapura

PJN Merauke Batal Gunakan Tailing

Franky  Edwin Lapian, ST, M.T.,  ( FOTO: Sulo/Merauke )

MERAUKE-Rencana  Satuan  Kerja Perlaksana Jalan Nasional  Merauke akan menggunakan  tailing sebagai campuran  aspal   untuk mengaspalan   jalan   mulai dari  Semangga sampai  Kebun Coklat  Tanah Miring sepanjang 12 kilometer dalam  rangka  mendukung pelaksanaan PON XX  di Merauke  batal digunakan. 

   Kepala  Satker PJN Merauke  Franky  Edwin Lapian, ST, MT,  ketika ditemui  media ini  di ruang kerjanya baru-baru mengungkapkan  bahwa penggunaan  tailing tersebut tidak dapat digunakan  dengan  sejumlah  alasan. Pertama, belum ada   area  untuk menumpuk  sementara tailing tersebut  di sekitar  pelabuhan  di Timika. “Sampai   sekarang ini  kami belum  mendapat area untuk menumpuk  sementara  material tersebut  untuk selanjutnya di kapalkan ke Merauke,” kata Franky  Edwin Lapian  baru-baru ini.   

Baca Juga :  Kehadiran Yonif 757/Ghufta Vira untuk Dukung Pembangunan

  Alasan kedua,  lanjut  dia, sampai sekarang PT Freeport  Indonesia belum memberikan kepastian soal membantu  biaya transportasi dari Timika ke Merauke. “Kami belum mendapat surat kepastian  tersebut, sehingga    rencananya untuk    pekerjaan dengan penggunaaan   tailing   tersebut  akan kita addendum  kembali,” jelasnya.  

   Menurut  Franky, bahwa campuran aspal yang akan dipakai  adalah  pasir  dan pecahan batu dari  Palu, Sulawesi Tengah. Karena itu, lanjut   Franky Lapian, pihaknya akan  segera melakukan addendum  atas pekerjaan  tersebut  dari  aspal campur   tailing dengan material lain, sehingga pekerjaan   dapat   berjalan dan selesai sesuai target.  

   Sekadar  diketahui, jalan Merauke-Semangga-Tanah Miring    sampai  sekarang   masih berstatus  jalan provinsi. Namun karena ada  Venue  Bermotor  PON  XX dibangun di   Kebun Coklat, Tanah Miring yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kota  Merauke, sehingga    jalan  yang rusak  tersebut ditangani  oleh  Satker  PJN Merauke  pada Balai  Jalan Nasional XXII   Merauke. (ulo/tri)   

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tengah Jalan Tanah
Franky  Edwin Lapian, ST, M.T.,  ( FOTO: Sulo/Merauke )

MERAUKE-Rencana  Satuan  Kerja Perlaksana Jalan Nasional  Merauke akan menggunakan  tailing sebagai campuran  aspal   untuk mengaspalan   jalan   mulai dari  Semangga sampai  Kebun Coklat  Tanah Miring sepanjang 12 kilometer dalam  rangka  mendukung pelaksanaan PON XX  di Merauke  batal digunakan. 

   Kepala  Satker PJN Merauke  Franky  Edwin Lapian, ST, MT,  ketika ditemui  media ini  di ruang kerjanya baru-baru mengungkapkan  bahwa penggunaan  tailing tersebut tidak dapat digunakan  dengan  sejumlah  alasan. Pertama, belum ada   area  untuk menumpuk  sementara tailing tersebut  di sekitar  pelabuhan  di Timika. “Sampai   sekarang ini  kami belum  mendapat area untuk menumpuk  sementara  material tersebut  untuk selanjutnya di kapalkan ke Merauke,” kata Franky  Edwin Lapian  baru-baru ini.   

Baca Juga :  Pj. Bupati Mappi Pimpin Rakor TPID dan Langsung Sidak Pasar

  Alasan kedua,  lanjut  dia, sampai sekarang PT Freeport  Indonesia belum memberikan kepastian soal membantu  biaya transportasi dari Timika ke Merauke. “Kami belum mendapat surat kepastian  tersebut, sehingga    rencananya untuk    pekerjaan dengan penggunaaan   tailing   tersebut  akan kita addendum  kembali,” jelasnya.  

   Menurut  Franky, bahwa campuran aspal yang akan dipakai  adalah  pasir  dan pecahan batu dari  Palu, Sulawesi Tengah. Karena itu, lanjut   Franky Lapian, pihaknya akan  segera melakukan addendum  atas pekerjaan  tersebut  dari  aspal campur   tailing dengan material lain, sehingga pekerjaan   dapat   berjalan dan selesai sesuai target.  

   Sekadar  diketahui, jalan Merauke-Semangga-Tanah Miring    sampai  sekarang   masih berstatus  jalan provinsi. Namun karena ada  Venue  Bermotor  PON  XX dibangun di   Kebun Coklat, Tanah Miring yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kota  Merauke, sehingga    jalan  yang rusak  tersebut ditangani  oleh  Satker  PJN Merauke  pada Balai  Jalan Nasional XXII   Merauke. (ulo/tri)   

Baca Juga :  Dorong Implementasi  Pendidikkan Wajib Belajar 13 Tahun

Berita Terbaru

Artikel Lainnya