Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Dok II

JAYAPURA–Seorang kakek bernama Baharuddin Lakis (63) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di perairan Pantai Dok II, tepatnya di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kamis (6/8) pagi.

  Direktur Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIT. Saat itu, seorang saksi yang baru keluar dari kawasan Kantor Gubernur singgah di Pantai Dok II dan melihat sesosok pria mengapung di permukaan laut dengan posisi telungkup.

  “Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar dan meminta agar kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Tri Setyadi, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Operasional THM Dibatasi

  Tidak lama kemudian warga mulai berdatangan ke lokasi. Seorang saksi lainnya yang melintas mengenali korban sebagai warga Dok IX, Kota Jayapura. Saksi kemudian menghubungi keluarga korban untuk memberitahukan peristiwa tersebut.

   Menerima informasi tersebut personel piket Direktorat Polairud Polda Papua yang dipimpin Ps Panit SAR Binmas Airud, Aiptu Jafar Hehanussa, tiba di lokasi dan bersama warga langsung mengevakuasi korban dari laut.

  Petugas juga memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) sebanyak tiga siklus dengan harapan korban dapat kembali bernapas. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil karena korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

JAYAPURA–Seorang kakek bernama Baharuddin Lakis (63) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di perairan Pantai Dok II, tepatnya di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kamis (6/8) pagi.

  Direktur Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIT. Saat itu, seorang saksi yang baru keluar dari kawasan Kantor Gubernur singgah di Pantai Dok II dan melihat sesosok pria mengapung di permukaan laut dengan posisi telungkup.

  “Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar dan meminta agar kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Tri Setyadi, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  H+2 Korban Tenggelam Belum Ditemukan

  Tidak lama kemudian warga mulai berdatangan ke lokasi. Seorang saksi lainnya yang melintas mengenali korban sebagai warga Dok IX, Kota Jayapura. Saksi kemudian menghubungi keluarga korban untuk memberitahukan peristiwa tersebut.

   Menerima informasi tersebut personel piket Direktorat Polairud Polda Papua yang dipimpin Ps Panit SAR Binmas Airud, Aiptu Jafar Hehanussa, tiba di lokasi dan bersama warga langsung mengevakuasi korban dari laut.

  Petugas juga memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) sebanyak tiga siklus dengan harapan korban dapat kembali bernapas. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil karena korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya