Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

BIAK-Pembangunan Sekolah Rakyat di Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor mulai dilaksanakan. Permulaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (1/8).

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan pagu kurang lebih sebesar Rp. 241,1 miliar, dan akan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya (BUMN).  Sesuai dengan kalender pekerjaan, proyek yang akan melibatkan beberapa perusahaan dalam pekerjaannya ini akan tuntas pada tanggal 15 Desember 2026.

Sekolah Rakyat ini akan menggunakan lahan seluas 9,6 hektare dan akan dibangun berbagai  faslitas. Diantaranya ruang belajar dan teknologi, ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, perangkat smartboard, serta dukungan laptop bagi siswa.

Baca Juga :  Pj Wali Kota: Jangan Bebani Ortu Murid dengan Pungutan PPDB!

Selain itu, juga akan dibangun asrama dan hunian bagi siswa dan guru, tempat ibadah, lapangan olahraga dan upacara, dapur, area bermain, taman, pos keamanan, hingga fasilitas pengelolaan air dan limbah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Mendagri mengatakan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dimana, lanjut Tito,  pembangunan sekolajh rakyat adalah salah satunya  komitmen dari Presiden Prabowo yang memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan belajar.

“Beliu (Presiden) prihatin melihat anak-anak banyak tidak sekolah, oleh karena itu Bapak Presiden dalam program prioritasnya membangun sekolah rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak tidak mampu, anak-anak yang orang tuanya tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Papua Miliki Dua Fondasi Kuat Dalam Pembangunan SDM

BIAK-Pembangunan Sekolah Rakyat di Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor mulai dilaksanakan. Permulaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (1/8).

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan pagu kurang lebih sebesar Rp. 241,1 miliar, dan akan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya (BUMN).  Sesuai dengan kalender pekerjaan, proyek yang akan melibatkan beberapa perusahaan dalam pekerjaannya ini akan tuntas pada tanggal 15 Desember 2026.

Sekolah Rakyat ini akan menggunakan lahan seluas 9,6 hektare dan akan dibangun berbagai  faslitas. Diantaranya ruang belajar dan teknologi, ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, perangkat smartboard, serta dukungan laptop bagi siswa.

Baca Juga :  Papua Miliki Dua Fondasi Kuat Dalam Pembangunan SDM

Selain itu, juga akan dibangun asrama dan hunian bagi siswa dan guru, tempat ibadah, lapangan olahraga dan upacara, dapur, area bermain, taman, pos keamanan, hingga fasilitas pengelolaan air dan limbah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Mendagri mengatakan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dimana, lanjut Tito,  pembangunan sekolajh rakyat adalah salah satunya  komitmen dari Presiden Prabowo yang memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan belajar.

“Beliu (Presiden) prihatin melihat anak-anak banyak tidak sekolah, oleh karena itu Bapak Presiden dalam program prioritasnya membangun sekolah rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak tidak mampu, anak-anak yang orang tuanya tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  18 Parpol Resmi Terdaftar di KPU Biak Numfor, Berkas Lengkap

Berita Terbaru

Artikel Lainnya