Galang Dana Pembangunan Gereja Katolik Poumako

MIMIKA-Puluhan anak muda yang berasal dari lintas organisasi melakukan aksi sosial penggalangan dana pembangunan Gereja Katolik Poumako di perempatan Jalan Budi Utomo – Jalan Hassanudin, Mimika Senin (1/6) kemarin.

Misi mereka satu, yakni mengumpulkan rupiah demi membangun kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako di Distrik Mimika Timur, yang hangus terbakar pada Rabu, 27 Mei lalu. Koordinator aksi yang juga Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menegaskan bahwa kerukunan di Mimika sedang diuji melalui arsitektur sosial yang nyata. Baginya, terbakarnya gereja di Poumako bukan hanya duka umat Katolik, melainkan kehilangan bagi seluruh warga Mimika.

“Mari kitong (kita) berpartisipasi untuk bangun kembali tong pu (kita punya) saudara-saudara punya tempat ibadah,” ujar Arifin saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  OPD Lanny Jaya Diminta Bekerja Sesuai DPA Tahun 2022

Gerakan tanpa patokan nominal ini menjadi simbol bahwa keikhlasan sekecil apa pun adalah batu bata pertama untuk menyusun kembali harapan warga Poumako yang kehilangan rumah ibadahnya. Aksi solidaritas ini memperlihatkan lanskap masa depan Papua Tengah yang lebih menjanjikan.

MIMIKA-Puluhan anak muda yang berasal dari lintas organisasi melakukan aksi sosial penggalangan dana pembangunan Gereja Katolik Poumako di perempatan Jalan Budi Utomo – Jalan Hassanudin, Mimika Senin (1/6) kemarin.

Misi mereka satu, yakni mengumpulkan rupiah demi membangun kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako di Distrik Mimika Timur, yang hangus terbakar pada Rabu, 27 Mei lalu. Koordinator aksi yang juga Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menegaskan bahwa kerukunan di Mimika sedang diuji melalui arsitektur sosial yang nyata. Baginya, terbakarnya gereja di Poumako bukan hanya duka umat Katolik, melainkan kehilangan bagi seluruh warga Mimika.

“Mari kitong (kita) berpartisipasi untuk bangun kembali tong pu (kita punya) saudara-saudara punya tempat ibadah,” ujar Arifin saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Gereja Mitra Strategis Bangun Papua

Gerakan tanpa patokan nominal ini menjadi simbol bahwa keikhlasan sekecil apa pun adalah batu bata pertama untuk menyusun kembali harapan warga Poumako yang kehilangan rumah ibadahnya. Aksi solidaritas ini memperlihatkan lanskap masa depan Papua Tengah yang lebih menjanjikan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya